Sekretaris Disdik Jabar, Deden Saepul Hidayat, menjelaskan bahwa uji publik ini bertujuan untuk menguji sekaligus menyempurnakan regulasi serta petunjuk teknis (juknis) SPMB sebelum diterapkan secara luas. Menurutnya, proses ini penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar matang dan dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan di lapangan.
“Melalui uji publik ini, kami ingin memastikan bahwa produk regulasi dan petunjuk teknis SPMB telah melalui pengujian secara menyeluruh, baik dari internal maupun eksternal Disdik Jabar. Sehingga, pelaksanaannya nanti dapat berjalan lancar dan sesuai harapan bersama,” ujar Deden.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan SPMB tahun 2026 akan diterapkan pemetaan calon pendaftar di seluruh jalur penerimaan. Kebijakan ini mewajibkan seluruh siswa kelas IX untuk mengikuti proses pemetaan, baik yang berencana melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri maupun swasta.
“Pemetaan ini penting untuk memberikan gambaran yang lebih akurat terkait potensi dan pilihan siswa. Ke depan, sistem ini akan terus disempurnakan, bahkan direncanakan bisa dimulai lebih awal, misalnya sejak bulan Desember, agar waktu persiapannya lebih panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Deden menegaskan bahwa penyempurnaan kebijakan SPMB tidak terlepas dari berbagai masukan yang diberikan oleh para pemangku kepentingan yang terlibat dalam uji publik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan sistem penerimaan yang lebih adil, transparan, dan inklusif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Disdik Jabar, Iis Rostiasih, menyampaikan bahwa uji publik tersebut melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari legislatif, pengawas, hingga perwakilan masyarakat. Pihak-pihak yang hadir di antaranya anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ombudsman RI Perwakilan Jabar, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jabar, serta organisasi pendidikan seperti MKPS, MKKS, FKSS, Dewan Pendidikan, PGRI, dan organisasi guru lainnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan orang tua siswa kelas IX sebagai bagian dari upaya menghadirkan perspektif langsung dari masyarakat.
“Kami berharap, melalui keterlibatan berbagai pihak ini, pelaksanaan SPMB ke depan dapat semakin baik dan mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan,” kata Iis.
Ia pun berharap sistem penerimaan murid baru tahun ini dapat berjalan optimal dan memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh siswa, khususnya lulusan SMP/sederajat di Jawa Barat, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan SPMB ini bisa berjalan dengan baik dan benar-benar mewujudkan harapan agar seluruh siswa dapat melanjutkan pendidikan,” pungkasnya. (Red)









