Penentuan awal Syawal dilakukan melalui mekanisme musyawarah dengan mengintegrasikan data hisab (perhitungan astronomi) serta hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan) yang dilakukan di berbagai titik di seluruh Indonesia. Proses ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, ulama, akademisi, hingga organisasi masyarakat Islam.
Berdasarkan data hisab, ijtimak atau konjungsi diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB, dengan ketinggian hilal dan elongasi yang masih menjadi faktor penentu terlihat atau tidaknya hilal di sejumlah wilayah.
Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi sidang isbat sebagai rujukan bersama dalam menetapkan Hari Raya Idulfitri. Di tengah potensi perbedaan metode penentuan, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan sikap saling menghormati.
Momentum Idulfitri pun diharapkan menjadi ajang mempererat kebersamaan, menjaga toleransi, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman umat di Indonesia. (Red)









