• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     








    Longsor Gunungan Sampah di Bantargebang, 4 Orang Meninggal Dunia

    Liputanbhagasasi
    Minggu, 08 Maret 2026, 23:30 WIB Last Updated 2026-03-09T03:47:53Z

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Peristiwa longsor gunung sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia serta menimpa sejumlah truk sampah yang sedang beroperasi di lokasi.


    Longsor terjadi di kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tumpukan sampah yang runtuh menutup akses jalan di area TPST dan menimpa warung kopi serta beberapa truk sampah yang berada di sekitar lokasi kejadian.


    Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan, berdasarkan pendataan sementara terdapat empat korban meninggal dunia akibat tertimbun longsoran sampah.


    “Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, E.W. (26) pemulung, D.S. (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan I.S. (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” ujar Kusumo dalam keterangannya.


    Selain korban meninggal dunia, dua orang sopir truk dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut. Keduanya berinisial J dan R yang berhasil menyelamatkan diri saat longsor terjadi.


    Namun demikian, pihak kepolisian menduga masih terdapat korban lain yang tertimbun longsoran sampah. Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung di area TPST.


    Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang saat itu sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST usai beristirahat di sebuah warung kopi. Saksi mendengar teriakan warga yang mengabarkan adanya longsor, lalu melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh dan menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah.


    Informasi tersebut kemudian segera disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat.


    Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi. Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator.


    Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.


    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi serta memastikan penanganan korban berjalan maksimal. Keduanya memberikan arahan kepada personel gabungan agar fokus pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah.


    Sementara itu, kerugian materi akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Aparat kepolisian juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor gunung sampah di TPST Bantargebang tersebut. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini