Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa tersebut menyasar para sopir truk sampah TPST Bantargebang, pengendara yang melintas, serta para pemulung yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Para pengurus IWOI DPD Kota Bekasi turun langsung ke lapangan membagikan paket takjil kepada para penerima. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para sopir truk sampah, pemulung hingga pengendara terlihat antusias menerima takjil yang diberikan.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Bekasi Ade Gentong, serta Sekretaris Jenderal DPP IWO Indonesia Epih yang hadir mewakili Ketua Umum IWO Indonesia Icang Rahardian.
Ketua IWO Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial organisasi kepada para pekerja dan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan TPST Bantargebang.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang bekerja keras setiap hari di lingkungan pengolahan sampah.
“Kita harus memiliki rasa keprihatinan terhadap musibah longsor sampah yang pernah terjadi di Bantargebang. Peristiwa itu menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama,” ujar Nio Helen.
Ia menambahkan bahwa kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar agenda rutin Ramadan, tetapi juga bentuk nyata solidaritas sosial dari para insan pers kepada masyarakat.
“Di bulan penuh berkah ini, kita ingin berbagi dengan saudara-saudara kita, terutama para sopir truk sampah dan pemulung yang bekerja keras setiap hari. Semoga apa yang kita berikan hari ini bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, kehadiran jajaran pengurus dari tingkat kabupaten hingga pusat menjadi bentuk dukungan penuh terhadap kegiatan sosial yang digelar oleh IWOI DPD Kota Bekasi.
Kegiatan berbagi takjil berlangsung hingga waktu berbuka puasa tiba dengan suasana penuh kehangatan. Para pengurus berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan di masa mendatang sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara organisasi pers dengan masyarakat.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan solidaritas. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh di tengah masyarakat,” tutup Nio Helen. (Bachtiar)









