Posko ini diselenggarakan sebagai upaya memastikan kelancaran operasional penerbangan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Posko terpadu angkutan lebaran tersebut berlokasi di area Checkin bandara, sehingga memudahkan koordinasi antar instansi serta memberikan akses informasi yang lebih cepat dan responsif bagi para pengguna jasa bandara.
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Ruly Artha, menyampaikan bahwa pembukaan Posko Angkutan Lebaran merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan bandara dalam menghadapi potensi peningkatan trafik penumpang dan penerbangan selama masa Lebaran.
“Pada tahun 2025, Bandara Internasional Yogyakarta tercatat telah melayani 4.048.647 penumpang, dengan 28.649 pergerakan pesawat serta 16.144 kilogram kargo. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi udara, pada periode Angkutan Lebaran tahun ini diproyeksikan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 2,2% dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya,” ujar Ruly Artha.
Ia menambahkan, “total penumpang selama periode Posko Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 259.491 penumpang, dengan rata-rata 14.416 penumpang per hari. Selain itu, pergerakan pesawat juga diprediksi mengalami peningkatan sebesar 3,4% dibandingkan periode Lebaran 2025, dengan estimasi total 1.681 pergerakan pesawat selama periode Posko Angkutan Lebaran,” imbuhnya.
Masih kata Ruly Artha, untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat, maskapai juga telah mengajukan 158 penerbangan tambahan (extra flight) selama periode tersebut.
“Dengan adanya potensi pertumbuhan trafik tersebut, diperlukan peningkatan kewaspadaan, kedisiplinan, serta kesiapan fasilitas dan layanan di lingkungan Bandara Internasional Yogyakarta. Berdasarkan proyeksi yang ada, puncak arus mudik Lebaran diperkirakan akan terjadi pada H-8 Lebaran, yaitu 13 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+7 Lebaran atau 29 Maret 2026,” tutur Ruly Artha memaparkan.
Untuk memastikan kelancaran operasional selama periode tersebut, Bandara YIA juga telah menyiapkan berbagai contingency plan serta memperkuat koordinasi lintas instansi yang tergabung dalam penyelenggaraan Posko Terpadu.
Posko ini melibatkan berbagai unsur stakeholder di lingkungan bandara, mulai dari regulator, operator bandara, maskapai penerbangan, aparat keamanan, hingga instansi pemerintah terkait.
Manajemen Bandara YIA berharap seluruh instansi yang terlibat dapat terus menjaga sinergi, komunikasi, serta komitmen bersama dalam menjaga situasi yang kondusif di kawasan bandara.
Dengan dibukanya Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 ini, diharapkan operasional penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan kembali dari kampung halaman dengan baik selama periode Hari Raya Idul Fitri. (Fahmi)





.png)
.png)


