• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     








    Wali Kota Bekasi Peka terhadap Warganya yang Terkena Musibah

    Liputanbhagasasi
    Kamis, 19 Februari 2026, 21:30 WIB Last Updated 2026-02-19T21:39:38Z


    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya yang tertimpa musibah. Setelah menerima informasi terkait kasus pencurian yang menimpa seorang pedagang kecil, Tri Adhianto langsung bergerak cepat mengunjungi kediaman Nenek Atnah (65), pedagang nasi uduk yang menjadi korban pencurian di kawasan Jalan Bulak Tinggi, Pondok Melati, Kota Bekasi, Kamis (19/2/2026).


    Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons dan empati Pemerintah Kota Bekasi terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan. Dalam suasana sederhana di rumahnya di RT 04 RW 03 Kelurahan Jatiwarna, Nenek Atnah menerima kedatangan orang nomor satu di Kota Bekasi itu dengan haru.


    Peristiwa pencurian yang dialami Nenek Atnah terjadi pada Selasa (17/2) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, ia tengah berjualan seperti biasa dan melayani seorang pria tak dikenal yang berpura-pura memesan empat bungkus nasi uduk. Tanpa menaruh curiga, Atnah membungkus pesanan tersebut seorang diri. Namun di tengah kesibukannya, pelaku memanfaatkan kelengahan korban dan mengambil uang sebesar Rp700 ribu yang disimpan di dalam kaleng biskuit di dekat lapaknya.


    “Saya lagi bungkusin, tidak lihat. Tahu-tahu itu orang langsung ambil uang saya. Pas saya cek, uang saya sudah tidak ada,” ujar Atnah mengenang kejadian tersebut.


    Uang yang hilang itu bukan hanya sekadar hasil penjualan pagi itu, tetapi juga merupakan modal untuk membeli bahan baku dagangan keesokan harinya. Akibat kejadian tersebut, Nenek Atnah terpaksa berhenti berjualan karena tidak memiliki modal untuk kembali memulai usahanya.


    “Yang hilang duit modal sama keuntungan, sekarang tidak jualan lagi karena tidak ada modal,” tuturnya lirih.


    Sehari-hari, Nenek Atnah mengandalkan penghasilan dari menjual nasi uduk dan lontong sayur. Ia memulai aktivitasnya sejak pukul 01.00 WIB dini hari untuk memasak sendiri di rumahnya. Sekitar pukul 05.00 WIB, ia berjalan kaki kurang lebih 350 meter menuju lokasi berjualan sambil menenteng dagangannya. Rutinitas itu telah ia jalani demi menyambung hidup.


    Mengetahui kondisi tersebut, Wali Kota Bekasi menyampaikan keprihatinan mendalam. Dalam kunjungannya, ia memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako agar Nenek Atnah dapat kembali berjualan dan melanjutkan usahanya.


    “Kami hadir untuk memastikan Ibu Atnah tidak sendiri. Pemerintah Kota Bekasi akan terus berupaya meningkatkan pengawasan di wilayah serta mendorong kepedulian bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Tri Adhianto.


    Ia juga menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk meningkatkan pengawasan di wilayah-wilayah rawan.


    Sementara itu, Nenek Atnah mengaku bersyukur dan terharu atas perhatian yang diberikan. Ia mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut, banyak warga sekitar yang menunjukkan rasa kepedulian dan memberikan bantuan moril maupun materil.


    “Alhamdulillah setelah kejadian ini banyak yang peduli, sudah dapat bantuan juga. Terima kasih banyak,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


    Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. Diharapkan, bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi Nenek Atnah untuk kembali bangkit dan melanjutkan usahanya seperti sediakala. (Bachtiar/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini