Liputanbhagasasi.com - Bandung, Kantor Berita LBN - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) Bidang Pendidikan Tahun 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan perencanaan pembangunan pendidikan di Jawa Barat untuk tahun anggaran mendatang.
Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Pancawaluya melalui Sinergi Pembangunan Pendidikan,” FPD bertujuan menyelaraskan program dan kebijakan pendidikan antara pemerintah provinsi dengan Dinas Pendidikan kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Sinergi tersebut dinilai penting guna memastikan pembangunan pendidikan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini diharapkan mampu menghadirkan proses perencanaan pendidikan yang efektif, efisien, partisipatif, dan akuntabel.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan proses perencanaan pendidikan yang efektif, efisien, partisipatif, dan akuntabel. Sehingga, bermuara pada terbentuknya dokumen perencanaan pendidikan di Jawa Barat untuk menghadapi tahun 2027 yang sinergis, berkualitas, dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Menurutnya, FPD bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang dialog dan konsolidasi lintas pemangku kepentingan pendidikan. Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan bersifat substantif dan konstruktif, sehingga dapat memperkuat arah kebijakan pendidikan Jawa Barat ke depan.
“FPD menjadi forum untuk mewadahi masukan yang substantif dan konstruktif. Sehingga, bermuara pada terbentuknya dokumen perencanaan pendidikan di Jabar sebagai dasar kebijakan pendidikan tahun 2027,” tambahnya.
Forum tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung, perwakilan dari 27 Dinas Pendidikan kabupaten/kota, serta musyawarah kerja kepala sekolah dari seluruh daerah di Jawa Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola pendidikan yang kolaboratif.
Dalam forum itu, berbagai isu strategis pendidikan turut menjadi pembahasan, mulai dari peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan, penguatan kompetensi guru, digitalisasi pembelajaran, hingga penguatan karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Pancawaluya.
Melalui FPD 2026 ini, Disdik Jabar berharap tercipta keselarasan antara perencanaan provinsi dan daerah, sehingga program pendidikan yang dirancang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menjawab tantangan global. Dengan perencanaan yang matang dan sinergi yang kuat, Jawa Barat optimistis dapat melahirkan generasi Pancawaluya yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju tahun 2027 dan seterusnya. (Bachtiar/Red)


.jpg)


.png)
.png)


