• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     








    Wali Kota Bekasi Launching Ruang Simulator Gempa di Kantor BPBD, Edukasi Mitigasi Sejak Dini

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 13 Februari 2026, 14:30 WIB Last Updated 2026-02-13T12:24:15Z


    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita RBN - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara resmi melaunching Ruang Simulator Gempa di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Peresmian tersebut turut dihadiri oleh siswa-siswi Tarsila Kelurahan Kranji yang antusias mengikuti edukasi kebencanaan secara langsung.


    Ruang Simulator Gempa ini merupakan fasilitas edukatif yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada masyarakat, khususnya pelajar, tentang bagaimana situasi saat terjadi gempa bumi. Melalui simulasi getaran dengan berbagai skala kekuatan, peserta dapat memahami langkah-langkah penyelamatan diri secara tepat dan tidak panik saat menghadapi bencana.


    Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa kehadiran ruang simulator ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan masyarakat.


    “Edukasi kebencanaan harus dimulai sejak dini. Anak-anak harus tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa. Dengan adanya simulator ini, mereka bisa merasakan langsung situasi gempa dan belajar bagaimana cara menyelamatkan diri dengan benar,” ujar Tri Adhianto.


    Ia juga menambahkan bahwa Kota Bekasi sebagai wilayah penyangga ibu kota memiliki potensi risiko bencana yang perlu diantisipasi bersama. Oleh karena itu, penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan simulasi menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi.


    Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bekasi menjelaskan bahwa Ruang Simulator Gempa dilengkapi dengan sistem getaran mekanis yang dapat meniru berbagai tingkatan gempa, mulai dari skala ringan hingga kuat. Selain itu, terdapat juga materi audio visual yang menjelaskan prosedur evakuasi, teknik “drop, cover, and hold on”, serta pentingnya tidak menggunakan lift saat gempa terjadi.


    Para siswa Tarsila Kelurahan Kranji tampak antusias mengikuti simulasi. Mereka tidak hanya menyaksikan penjelasan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara berlindung di bawah meja, melindungi kepala, dan menuju titik kumpul dengan tertib setelah simulasi berakhir.


    Dengan diresmikannya Ruang Simulator Gempa ini, BPBD Kota Bekasi membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah maupun masyarakat umum untuk melakukan kunjungan edukasi secara terjadwal. Pemerintah berharap fasilitas ini dapat menjadi pusat pembelajaran kebencanaan yang berkelanjutan serta menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat.


    Melalui langkah ini, Kota Bekasi menunjukkan keseriusannya dalam membangun kota yang tangguh bencana, dengan masyarakat yang siap, sigap, dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. (Bachtiar/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini