• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     








    Semangat Kebhinekaan, Kirab Budaya Cap Go Meh Hok Lay Kiong Bekasi Digelar 3 Maret 2026

    Liputanbhagasasi
    Sabtu, 28 Februari 2026, 15:05 WIB Last Updated 2026-02-28T08:05:08Z

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Klenteng Hok Lay Kiong Kota Bekasi kembali menggelar Kirab Budaya Cap Go Meh Tahun 2026 yang berlangsung bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan. Kegiatan budaya tahunan ini tetap dilaksanakan dengan penuh penghormatan terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.


    Kirab Budaya Cap Go Meh dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Pemilihan waktu menjelang berbuka puasa atau momen ngabuburit menjadi bentuk penyesuaian panitia agar kegiatan tetap berjalan harmonis tanpa mengganggu kekhusyukan masyarakat Muslim di sekitar lokasi.


    Rangkaian kegiatan akan diisi dengan berbagai atraksi budaya khas tradisi Tionghoa, di antaranya Pawai Tatung, barisan tandu Dewa-Dewi, serta berbagai penampilan seni budaya yang menjadi daya tarik masyarakat. Kirab ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol keberagaman dan toleransi yang telah lama terjaga di Kota Bekasi.


    Panitia penyelenggara menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama, terutama karena berlangsung di tengah bulan Ramadan. Pengaturan rute, waktu pelaksanaan, serta koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dilakukan guna menjaga kenyamanan seluruh masyarakat.


    Kirab Budaya Cap Go Meh di Klenteng Hok Lay Kiong selama ini dikenal sebagai agenda budaya yang mampu mempererat persatuan serta memperkuat semangat Bhineka Tunggal Ika. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Bekasi.


    Melalui kegiatan ini, Klenteng Hok Lay Kiong kembali menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat berjalan selaras dengan nilai saling menghormati, terutama di tengah momentum suci Ramadan yang mengajarkan kebersamaan dan kedamaian. (Supri/Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini