Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Jawa Barat - Sejumlah sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi tergenang banjir pada hari pertama masuk kegiatan belajar mengajar setelah masa libur. Banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi sejak malam hingga pagi hari, sehingga genangan air mulai memasuki lingkungan sekolah sejak dini hari dan mengganggu aktivitas pendidikan.
Di beberapa sekolah, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 70 sentimeter. Genangan tersebut merendam halaman sekolah, ruang kelas, serta sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini membuat pihak sekolah terpaksa menunda pelaksanaan pembelajaran dan memulangkan siswa yang sempat datang ke sekolah demi alasan keselamatan.
Hingga saat ini, pihak sekolah bersama dinas terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan genangan air surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Bekasi menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terjadi sejak malam hari hingga pagi ini di sejumlah wilayah Bekasi. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit air di saluran drainase dan sungai, serta memicu terjadinya genangan dan banjir di beberapa titik.
BPBD Bekasi mencatat, hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan air meluap ke permukiman warga dan fasilitas umum, termasuk lingkungan sekolah dan ruas jalan. Petugas BPBD bersama unsur terkait telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta membantu penanganan di lokasi terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, genangan, dan banjir, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan. BPBD Bekasi juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. (Red)
.png)



.png)
.png)
.png)

