• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Tri Adhianto: FPIPPWK Jadi Wadah Diskusi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

    Liputanbhagasasi
    Sabtu, 19 September 2026, 21:30 WIB Last Updated 2026-09-20T02:46:14Z

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Forum Penguatan Ideologi Pancasila dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan (FPIPPWK) diharapkan menjadi wadah edukasi sekaligus ruang diskusi masyarakat untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.

    Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat menghadiri Dialog Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan bersama para ketua RW se-Kecamatan Rawalumbu di Balai Warga RW 24, Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (19/9/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri puluhan ketua RW. Dari 98 undangan yang disebarkan, sebanyak 70 ketua RW tercatat hadir dalam dialog.

    Dalam sambutannya, Tri Adhianto mengatakan keberadaan FPIPPWK memiliki peran penting dalam membangun ruang komunikasi dan edukasi mengenai Pancasila serta wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

    Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi tempat penyampaian materi, tetapi juga dapat digunakan untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

    “Forum ini sebagai wadah edukasi dan berdiskusi tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan,” ujar Tri.

    Tri juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Bekasi terhadap kegiatan FPIPPWK, termasuk dalam penyediaan fasilitas yang diperlukan untuk menunjang kegiatan forum tersebut.

    Ia menekankan bahwa penanaman nilai-nilai kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki landasan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

    “Jangan sampai terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan, termasuk proses-proses yang menimbulkan keresahan karena nilai-nilai tersebut tidak ditanamkan,” katanya.

    Dialog tersebut berlangsung secara dua arah. Selain mendapatkan pemaparan mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan, para ketua RW juga menyampaikan berbagai persoalan yang ditemui di wilayah masing-masing.

    Beberapa isu yang dibahas antara lain kondisi generasi muda, peredaran narkoba, hingga minimnya keterlibatan sebagian pemuda dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Persoalan tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, pengurus lingkungan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.

    Tri juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara FPIPPWK dengan para ketua RW. Ia mendorong agar kegiatan diskusi dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan membahas persoalan yang muncul di masing-masing wilayah.

    Ketua panitia kegiatan sekaligus Wakil Ketua FPIPPWK, Haeri Parani, mengatakan dialog bersama para ketua RW menjadi salah satu langkah awal untuk memperluas komunikasi mengenai nilai-nilai kebangsaan hingga tingkat lingkungan.

    “Forum ini masih baru terbentuk pada awal tahun 2026. Namun sesuai SK yang diberikan Wali Kota Bekasi, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat penanaman nilai-nilai kebangsaan di masyarakat,” ujar Haeri.

    Menurut Haeri, ketua RW memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengetahui berbagai persoalan di lingkungan masing-masing. Hal senada disampaikan Budi Utomo, yang menjadi pemandu kegiatan. Ia menyebut antusiasme peserta dalam dialog cukup tinggi, terlebih dengan kehadiran langsung Wali Kota Bekasi.

    “Suasananya di luar dugaan. Antusiasme peserta cukup tinggi dan dialog juga berlangsung dua arah,” ungkap Budi.

    FPIPPWK merupakan forum yang dibentuk Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi dengan tujuan memperkuat penanaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

    Ke depan, FPIPPWK menargetkan kegiatan dialog serupa dapat dilaksanakan secara mobile di berbagai wilayah Kota Bekasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

    Dengan konsep tersebut, FPIPPWK diharapkan tidak hanya menjadi forum formal, tetapi juga menjadi ruang diskusi yang dapat menampung berbagai persoalan masyarakat serta membahas penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

    Kolaborasi dengan para ketua RW menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dari tingkat wilayah hingga lingkungan.

    Melalui dialog yang dilakukan secara berkelanjutan, FPIPPWK diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di Kota Bekasi. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +