Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Program Sekolah Rakyat hadir di Kabupaten Bekasi sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah maupun mereka yang terpaksa putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Alamsyah. Menurutnya, Sekolah Rakyat memiliki tujuan utama memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, khususnya kelompok desil 1 dan desil 2.
“Tujuan utamanya tentunya meningkatkan akses pendidikan untuk anak-anak kita, terutama anak-anak yang belum sekolah atau yang putus sekolah, pernah sekolah kemudian tidak bisa melanjutkan,” ujar Alamsyah kepada awak media. Senin, (31/08/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat menerapkan konsep pendidikan berasrama. Selain mendapatkan pendidikan formal, para peserta didik diharapkan dapat berkembang menjadi agen perubahan bagi keluarganya.
“Harapannya anak-anak kita setelah itu bisa menjadi agen perubahan untuk meningkatkan derajat ekonomi dan derajat kesehatan keluarga,” katanya.
Alamsyah mengungkapkan, keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Bahkan, sekitar delapan bulan sebelumnya, lokasi sekolah tersebut masih berupa lahan persawahan.
“Delapan bulan yang lalu ini masih sawah yang diolah dan ditanami padi. Alhamdulillah karena kolaborasi bersama seluruh stakeholder, dari perencanaan kemudian hasil advokasi, akhirnya bisa hadir di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Dalam proses penerimaan peserta didik, data awal berasal dari Kementerian Sosial. Data tersebut kemudian diverifikasi dan divalidasi bersama oleh Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, RT/RW, pendamping PKH, Regsos, IPSM serta unsur pilar sosial lainnya.
Untuk peserta didik dari Kabupaten Bekasi, tersedia kuota sebanyak 270 siswa. Saat ini sebanyak 237 siswa telah terisi, terdiri dari 57 siswa SD, 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA. Sisa kuota akan dipenuhi melalui proses verifikasi dan validasi berikutnya.
Alamsyah juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum, pelaksana pembangunan PT Brantas Abipraya bersama KSO, serta para pendamping sosial yang turut mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Ia berharap seluruh pihak terus berkolaborasi agar tujuan program tersebut dapat tercapai, terutama dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga mereka.
“Sekolah Rakyat ini satu sekolah, seribu mimpi dan sejuta prestasi,” pungkasnya. (Angga)









