• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja: Wayang Golek Harus Tetap Ada, Pergantian Pemimpin Tak Boleh Hilangkan Budaya

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 21 Agustus 2026, 23:30 WIB Last Updated 2026-08-22T01:47:44Z

    Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Kesenian wayang golek dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di Kabupaten Bekasi. Tradisi tersebut dinilai harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

    Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan, pergantian kepemimpinan di Kabupaten Bekasi tidak boleh menjadi alasan hilangnya tradisi dan budaya daerah.

    Hal tersebut disampaikan Asep saat memberikan sambutan dalam Malam Tasyakuran dan Pagelaran Wayang Golek dalam rangka Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi dan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan digelar di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Jumat (21/8/2026) malam.

    Pagelaran tersebut menghadirkan Ki Dalang Wawan Dede Amung Sutarya, maestro wayang golek asal Bandung.

    Menurut Asep, wayang golek tidak semata-mata menjadi hiburan bagi masyarakat. Di balik cerita dan karakter para tokohnya terdapat berbagai pesan moral serta pelajaran kehidupan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Wayang golek bukan sekadar tontonan. Di balik cerita dan tokoh-tokohnya selalu ada pesan dan pelajaran yang bisa kita ambil. Tadi saya bicara dengan Pak Sekda (Endin Samsudin), tradisi ini tidak boleh dihilangkan. Siapapun pemimpinnya, kalau tasyakuran harus ada wayang golek,” ucap Asep.

    Asep menggambarkan cerita dalam pewayangan sebagai bagian dari refleksi perjalanan Kabupaten Bekasi selama 76 tahun. Menurutnya, para tokoh pewayangan tidak selalu melewati perjalanan dengan mudah. Mereka menghadapi berbagai tantangan, masalah dan ujian sebelum mencapai tujuan.

    Nilai tersebut, kata Asep, memiliki keterkaitan dengan perjalanan pembangunan Kabupaten Bekasi yang selama puluhan tahun menghadapi berbagai dinamika.

    “Selama 76 tahun, Kabupaten Bekasi sudah melewati perjalanan yang panjang. Banyak perubahan yang sudah kita lalui, banyak tantangan yang kita hadapi, dan tentu masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan bersama,” ujarnya.

    Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi sebagai kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.

    “Melalui momentum Hari Jadi ke-76, mari kita terus menjaga semangat, kebersamaan. Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri karena kita memerlukan hubungan dari seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.

    Asep juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan dan membawa Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera dan tetap memiliki karakter budaya yang kuat.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi Iman Nugraha mengatakan, pagelaran wayang golek tersebut merupakan bagian dari strategi pelestarian kesenian daerah.

    Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membangkitkan kembali berbagai pagelaran seni, budaya dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Bekasi.

    Iman menambahkan, pertunjukan wayang golek tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pendidikan, dakwah sekaligus sarana memperkuat persatuan masyarakat.

    “Wayang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajar. Wayang sering digunakan sebagai alat pendidikan terutama dalam menyampaikan nilai-nilai budaya dan moral kepada generasi muda,” ujarnya.

    Upaya menghadirkan kembali pagelaran seni tradisional dinilai penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Kesenian daerah perlu diberikan ruang agar tetap hidup, dikenal dan dicintai oleh generasi muda.

    Selain menyaksikan pagelaran wayang golek, masyarakat yang hadir juga mendapatkan kesempatan memperoleh doorprize yang didukung oleh sejumlah pihak.

    Pagelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia, sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan daerah dan pelestarian budaya harus berjalan beriringan. Kabupaten Bekasi diharapkan tidak hanya tumbuh secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mampu mempertahankan jati diri serta kekayaan budaya lokal. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +