Liputanbhagasasi.com - Depok, Kantor Berita LBN - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPC GEKRAFS) Kota Bekasi memberikan dukungan terhadap pelantikan kepengurusan baru DPC GEKRAFS Kota Depok periode 2026–2029 yang digelar di Pesona Square, Depok, Senin (24/8/2026).
DPC GEKRAFS Kota Bekasi hadir melalui Wakil Ketua David Saragih, yang mewakili Ketua DPC GEKRAFS Kota Bekasi drg. Siska A. Yofthie.
Dalam pelantikan tersebut, Yusni Nurdani resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC GEKRAFS Kota Depok periode 2026–2029. Ia didampingi Iwan Setiawan sebagai Sekretaris dan A.K Fidrienza P sebagai Bendahara.
Kehadiran GEKRAFS Bekasi dalam momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif di wilayah Bekasi dan Depok.
David Saragih menekankan pentingnya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional atau The New Engine of Growth.
Menurutnya, potensi ekonomi kreatif di kota-kota penyangga perlu dikembangkan melalui kolaborasi yang terukur dan berkelanjutan, tidak hanya berjalan secara sendiri-sendiri berdasarkan batas wilayah administratif.
“Kami di Bekasi konsisten menerapkan model kolaborasi Hexahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, entitas bisnis, media, akademisi, hingga lembaga keuangan. Ke depan, GEKRAFS Bekasi dan Depok harus memecah batas wilayah dengan merancang event bersama,” ujar David.
Menurut David, kolaborasi lintas kota dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas jaringan, promosi dan akses pasar.
Salah satu gagasan yang diwacanakan adalah memperluas akses pasar UMKM melalui replikasi kegiatan bazar dan event promosi yang dapat melibatkan pelaku usaha dari Bekasi dan Depok. Selain penguatan akses pasar, kolaborasi juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku ekonomi kreatif.
Salah satunya melalui rencana penyelenggaraan Masterclass pembuatan konten digital berskala regional bagi pelaku usaha lokal. Program tersebut diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan kemampuan promosi digital dan memperluas jangkauan pasar.
David menilai Bekasi dan Depok memiliki karakteristik sebagai kota penyangga dengan potensi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang besar. Karena itu, sinergi kedua daerah dinilai dapat memberikan manfaat lebih luas apabila dikembangkan melalui program bersama.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan event seremonial, tetapi juga menciptakan program yang memiliki dampak langsung terhadap pelaku usaha, komunitas kreatif dan masyarakat.
Melalui penguatan model kolaborasi Hexahelix, GEKRAFS Bekasi dan GEKRAFS Depok diharapkan dapat mempertemukan berbagai unsur untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat.
Pelantikan kepengurusan baru DPC GEKRAFS Kota Depok periode 2026–2029 pun menjadi momentum awal untuk membangun komunikasi dan merumuskan berbagai peluang kerja sama lintas kota.
Dengan kolaborasi yang semakin erat, GEKRAFS Bekasi dan Depok diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM, membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan kompetensi pelaku ekonomi kreatif, serta memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian daerah dan nasional. (Red)


.png)
.png)






