- Anung, Kepala SMA Negeri 12 Kota Bekasi.
- Hasim, Kepala SMA Negeri 13 Kota Bekasi.
- Wahaluyo, Kepala SMA Negeri 5 Kota Bekasi.
- Samsia, Kepala SMK Negeri 14 Kota Bekasi.
Sementara itu, empat pengawas sekolah turut dilepas karena mendapatkan amanah dan penugasan baru di wilayah kerja KCD lainnya di Provinsi Jawa Barat.
"Pengabdian yang telah diberikan merupakan bagian penting dalam perjalanan dunia pendidikan. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang luar biasa selama bertugas di wilayah KCD III," ujar Rina Parlina.
Selain prosesi pelepasan ASN pendidikan, KCD Wilayah III juga menghadirkan berbagai layanan sosial dan pelayanan publik melalui kolaborasi lintas instansi.
Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis diselenggarakan bagi seluruh peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan sekaligus aksi kemanusiaan.
Di saat yang sama, Samsat Cikarang membuka layanan Samsat Keliling di halaman Kantor KCD Wilayah III untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dan para peserta dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Menurut Rina Parlina, pelayanan tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi antarlembaga dalam mendekatkan pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan.
"Kami ingin menghadirkan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama PMI dan Samsat Cikarang, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda internal pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, keluarga besar KCD Pendidikan Wilayah III juga menyambut H. Satari, M.Pd. yang resmi mengemban tugas sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha KCD Wilayah III Provinsi Jawa Barat.
Kehadiran pejabat baru tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola administrasi, pelayanan, serta meningkatkan koordinasi dalam mendukung program-program pendidikan di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.
Dalam arahannya, Rina Parlina menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga instansi pelayanan publik guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Ia berharap sinergi yang telah dibangun melalui kegiatan tersebut dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus mempersiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Harapan kami, seluruh instansi dapat terus berkolaborasi memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat. Pendidikan semakin maju, pembangunan berjalan lancar, dan bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Rina Parlina.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari pendidikan yang kuat, didukung pelayanan publik yang optimal, serta semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Menutup kegiatan, Rina Parlina menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada seluruh kepala sekolah yang telah menuntaskan masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara.
Ia berharap meskipun telah memasuki masa purna tugas, para mantan kepala sekolah tetap dapat memberikan kontribusi, pengalaman, dan inspirasi bagi dunia pendidikan maupun masyarakat luas.
"Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama ini untuk dunia pendidikan, khususnya di KCD Wilayah III. Semoga tetap sehat, bahagia, sukses, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat," tutupnya.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen KCD Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat dalam membangun budaya kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memberikan penghormatan kepada para insan pendidikan yang telah berjasa bagi kemajuan pendidikan di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. (Bachtiar/Red)


.png)


.jpeg)



