Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Upaya menuntaskan permasalahan anak putus sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi terus diperkuat melalui inovasi terbaru yang digagas oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat. Program bertajuk Sistem Kolaboratif Data (Si-Data) menjadi strategi baru yang mengedepankan sinergi lintas sektor dalam mendata, memverifikasi, hingga mengembalikan anak putus sekolah ke dunia pendidikan.
Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat yang membawahi Kota dan Kabupaten Bekasi, Dr. Rina Parlina, S.IP., M.M, mengatakan bahwa inovasi Si-Data mendapat sambutan yang sangat baik dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Bekasi maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Hal tersebut disampaikan Dr. Rina Parlina saat dikonfirmasi awak media Liputan Bhagasasi News (LBN) pada Selasa (28/07/2026).
"Alhamdulillah, inovasi Strategi Penuntasan Anak Putus Sekolah melalui Sistem Kolaboratif Data (Si-Data) mendapatkan sambutan yang humanis sekaligus dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ini menjadi semangat bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan," ujar Dr. Rina Parlina.
Menurut Dr. Rina, Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan komitmen kuat terhadap program tersebut. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Chondro Wibowo menyatakan dukungan terhadap langkah kolaboratif yang dibangun KCD III Jawa Barat.
Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat pendataan, validasi, serta penanganan anak-anak yang telah berhenti bersekolah agar dapat kembali mengakses layanan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tidak hanya Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memberikan respons positif terhadap inovasi tersebut.
Dr. Rina menjelaskan bahwa Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Nugraha turut memberikan dukungan terhadap implementasi Si-Data sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan anak putus sekolah melalui koordinasi yang lebih efektif antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, satuan pendidikan, pemerintah desa dan kelurahan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dr. Rina Parlina menjelaskan bahwa Sistem Kolaboratif Data (Si-Data) merupakan inovasi yang menitikberatkan pada integrasi data secara akurat, cepat, dan berkelanjutan.
Melalui sistem tersebut, proses identifikasi anak putus sekolah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga melibatkan berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat sehingga data yang diperoleh menjadi lebih valid.
"Si-Data dibangun agar seluruh pihak memiliki data yang sama, sehingga proses penanganan anak putus sekolah dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkesinambungan," jelasnya.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, pemerintah dapat menyusun langkah strategis, mulai dari pemetaan kondisi peserta didik, pendampingan keluarga, hingga memfasilitasi anak untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal.
KCD Pendidikan Wilayah III Jawa Barat menilai bahwa keberhasilan penuntasan anak putus sekolah tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dinas pendidikan, sekolah, masyarakat, dunia usaha, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Melalui inovasi Si-Data, diharapkan angka anak putus sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi dapat terus ditekan sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi seluruh anak.
"Kami optimistis dengan dukungan seluruh stakeholder, inovasi Si-Data akan menjadi model kolaborasi yang efektif dalam menyelesaikan persoalan anak putus sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi," tutup Dr. Rina Parlina. (Bachtiar/Red)



.png)


.jpeg)



