• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Camat Jatisampurna Hadiri Babaritan 2026 di Rumah Adat Kranggan, Berkomitmen Lestarikan Tradisi Leluhur

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 19 Juni 2026, 14:00 WIB Last Updated 2026-06-19T10:09:10Z
    Ket.foto : Tradisi adat Babaritan kembali digelar di Rumah Adat Kranggan milik Olot Neran atau Abah Aat (Abah Gede), Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat pagi (19/06/2026). Giat tersebut dihadiri langsung oleh Camat Jatisampurna, Nata Wirya, S.Sos., M.Si., beserta para lurah se-Kecamatan Jatisampurna dan sejumlah tokoh adat serta tokoh masyarakat (Doc.cam).

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Tradisi adat Babaritan kembali digelar di Rumah Adat Kranggan milik Olot Neran atau Abah Aat (Abah Gede), Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat pagi (19/06/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Jatisampurna, Nata Wirya, S.Sos., M.Si., beserta para lurah se-Kecamatan Jatisampurna dan sejumlah tokoh adat serta tokoh masyarakat.

    Pelaksanaan Babaritan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur yang telah menjadi identitas masyarakat Kampung Kranggan.

    Dalam sambutannya di hadapan para tokoh adat dan masyarakat, Camat Jatisampurna, Nata Wirya, menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan dan mempertahankan tradisi adat Kampung Kranggan. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, terlebih Kampung Kranggan memiliki nilai sejarah yang sangat dekat dengan dirinya.

    "Tradisi Babaritan ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Sebagai putra daerah yang lahir di Kampung Kranggan, saya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mempertahankan tradisi yang menjadi identitas masyarakat Jatisampurna," ujar Nata Wirya.

    Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan Jatisampurna berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan Babaritan di lingkungan Kantor Kecamatan Jatisampurna. Kegiatan tersebut, kata dia, menjadi simbol keseimbangan antara penyelenggaraan pemerintahan dengan pelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya lokal.

    "Babaritan di kantor kecamatan merupakan simbol bahwa pemerintah dan tradisi adat dapat berjalan beriringan. Budaya adalah bagian penting dalam membangun karakter masyarakat dan memperkuat identitas daerah," katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Camat Jatisampurna juga mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya atas kehadiran perwakilan Putra & Putri Bhagasasi serta Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bekasi yang turut mengikuti kegiatan Babaritan di Rumah Adat Kranggan.

    Menurutnya, keterlibatan generasi muda dan komunitas pegiat pariwisata menjadi langkah positif dalam memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

    "Saya berharap di tangan Putra & Putri Bhagasasi serta GenPI Bekasi, tradisi adat Kranggan dapat semakin dikenal masyarakat Kota Bekasi, bahkan hingga ke luar daerah dan tidak menutup kemungkinan dapat diperkenalkan sampai ke mancanegara," ungkapnya.

    Tradisi Babaritan sendiri merupakan ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kampung Kranggan. Tradisi ini mengandung nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, gotong royong, serta penghormatan terhadap leluhur dan alam.

    Melalui pelaksanaan Babaritan yang terus dilestarikan, masyarakat Kampung Kranggan berharap nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan mampu menjadi daya tarik budaya sekaligus potensi wisata berbasis kearifan lokal di Kota Bekasi. (Bachtiar/Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +