• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Melalui Konsolidasi BPPN, PKS Kabupaten Bekasi Fokus Kembangkan Pertanian dan Pekarangan Hijau

    Liputanbhagasasi
    Minggu, 17 Mei 2026, 23:31 WIB Last Updated 2026-05-18T16:34:40Z
    Ket.foto : Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Dra. Hj. Ani Rukmini, menilai gerakan ketahanan pangan yang digagas PKS sejalan dengan tema Milad PKS ke-24 (Doc.Istimewa)

    Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Partai Keadilan Sejahtera atau Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Bekasi terus memperkuat gerakan ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui kegiatan Konsolidasi Ketahanan Pangan BPPN DPC PKS se-Kabupaten Bekasi yang digelar di Kantor DPD PKS Kabupaten Bekasi, Ruko Sentra Niaga Kalimas, Tambun Selatan, Minggu (17/5/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi kader sekaligus penguatan sinergi antara partai politik, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan di Kabupaten Bekasi. Acara dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Duta Tani dari setiap DPC PKS, serta jajaran kader dan pengurus partai dari berbagai wilayah.

    Ketua BPPN PKS Kabupaten Bekasi, M. Fauzan, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat jaringan program ketahanan pangan hingga tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, konsolidasi serupa nantinya akan dilaksanakan di setiap DPC PKS agar program yang dirancang di tingkat DPW maupun DPP dapat berjalan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

    “PKS tidak hanya ingin hadir dalam bidang politik, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui kolaborasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

    Fauzan menilai Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pangan. Ia menyebut wilayah utara seperti Babelan memiliki potensi pertanian yang cukup kuat, sementara wilayah selatan berkembang di sektor peternakan dan hortikultura, termasuk budidaya melon dan anggur yang mulai diminati masyarakat.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi tersebut, PKS membentuk Duta Tani di setiap kecamatan. Program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak masyarakat dalam mengembangkan pertanian mandiri berbasis lingkungan. Selain itu, PKS juga berencana menggelar berbagai pelatihan praktik pertanian, peternakan, dan budidaya agar masyarakat memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masing-masing.

    Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Akhmad Hisyam, berharap program ketahanan pangan ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap pertanian dan kegiatan bercocok tanam di tengah perkembangan urbanisasi yang semakin pesat di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan daerah.

    Sementara itu, Duta Tani DPD PKS Kabupaten Bekasi, Ridwan Setiawan, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga melalui konsep pekarangan hijau. Ia menilai pemanfaatan lahan sederhana dapat menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih asri dan hemat biaya.

    “Program ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi masyarakat sekaligus melahirkan kader-kader yang mandiri dan produktif,” katanya.

    Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Dra. Hj. Ani Rukmini, menilai gerakan ketahanan pangan yang digagas PKS sejalan dengan tema Milad PKS ke-24 yang mengangkat isu pangan, energi, dan ekonomi. Menurutnya, program tersebut juga relevan dengan bidang kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi yang membidangi sektor pertanian dan pangan.

    Ani menegaskan pembangunan daerah tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi politik, komunitas, dan kelompok tani. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan perikanan di tengah perubahan budaya masyarakat serta alih fungsi lahan yang terus terjadi di Kabupaten Bekasi.

    Menurutnya, konsep ketahanan pangan saat ini tidak lagi harus bergantung pada lahan persawahan yang luas, tetapi dapat dimulai dari pemanfaatan pekarangan rumah dan lingkungan sekitar sebagai sumber pangan mandiri keluarga.

    Melalui konsolidasi tersebut, PKS Kabupaten Bekasi berharap dapat melahirkan langkah-langkah konkret di tengah masyarakat, termasuk terbentuknya kelompok-kelompok tani yang memiliki legalitas, produktif, dan mampu bergerak secara berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini