Acara tersebut dihadiri langsung oleh Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha, S.STP., M.Si., bersama jajaran unsur Muspika dan tokoh masyarakat. Turut hadir di antaranya Kasi Trantib Aan Rohmat, Kanit Sabhara Polsek Pebayuran Ipda Amir yang mewakili Kapolsek, Danramil 11/Pebayuran Kapten Inf. Sutikno, panitia penyelenggara, serta para peserta dan pecinta pencak silat.
Sejak awal kegiatan, suasana tampak semarak dengan penampilan atraktif para pesilat yang menampilkan jurus-jurus khas dari berbagai perguruan. Gerakan yang menggabungkan kekuatan, ketangkasan, dan nilai seni tinggi tersebut berhasil memukau para penonton yang hadir. Setiap penampilan tidak hanya menunjukkan kemampuan bela diri, tetapi juga menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang sarat makna.
Dalam sambutannya, Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur, khususnya pencak silat sebagai identitas bangsa.
“Festival ini bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga sebagai upaya kita bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya pencak silat agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam merawat kearifan lokal di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang semakin pesat. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sendiri kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap generasi muda semakin mencintai budaya sendiri dan menjadikannya sebagai bagian dari jati diri bangsa di tengah arus modernisasi dan globalisasi,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir menyaksikan jalannya festival. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Selain menjadi wadah bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan, festival ini juga dinilai mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya Festival Seni Budaya Pencak Silat ini, masyarakat Pebayuran kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga eksistensi seni budaya tradisional. Warisan leluhur tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan agar tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi penerus di masa depan. (Red)