• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Uji Kompetensi Keahlian Jadi Bukti Nyata Kesiapan Siswa SMK Hadapi Dunia Kerja

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 17 April 2026, 09:00 WIB Last Updated 2026-04-17T15:51:01Z
    Ket.foto : UKK di SMKN 1 Cikut (Doc.cam)

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Uji Kompetensi Keahlian (UKK) kembali menjadi momen penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menunjukkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas akhir pembelajaran, melainkan bukti nyata atas kompetensi yang telah ditempa selama masa pendidikan.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah III Provinsi Jawa Barat, Dr. Rina Parlina, S.I.P., M.M., yang menegaskan bahwa UKK memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas lulusan SMK. “Uji Kompetensi Keahlian menjadi indikator konkret bahwa siswa benar-benar menguasai keterampilan sesuai bidangnya. Ini bukan hanya penilaian, tetapi juga pengakuan atas kesiapan mereka bersaing di dunia industri,” ujarnya.


    Dalam pelaksanaan UKK, siswa diuji langsung oleh penguji internal maupun eksternal yang berasal dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Hal ini bertujuan agar standar penilaian tetap relevan dengan kebutuhan lapangan kerja. Para siswa dituntut untuk mampu menunjukkan kemampuan praktik secara nyata, mulai dari aspek teknis hingga sikap profesional.

    Ket. foto : UKK Jurusan Usaha Layanan Wisata SMKN 1 Cikut (Doc.cam)

    Seperti terlihat dalam pelaksanaan di salah satu sekolah, para siswa tampak antusias mengikuti pengarahan sebelum ujian dimulai. Dengan mengenakan seragam formal, mereka duduk dengan penuh perhatian, menyimak setiap instruksi dari penguji. Suasana serius namun kondusif mencerminkan kesadaran mereka akan pentingnya momen ini.


    Dr. Rina Parlina juga menambahkan bahwa UKK menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. “Kami ingin memastikan lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki standar kompetensi yang diakui,” imbuhnya.


    Selain itu, UKK juga menjadi tolok ukur bagi sekolah dalam mengevaluasi kualitas pembelajaran yang telah diberikan. Hasil dari uji kompetensi ini diharapkan mampu menjadi bahan perbaikan berkelanjutan, sehingga kualitas pendidikan vokasi semakin meningkat dari waktu ke waktu.


    Dengan adanya UKK, lulusan SMK diharapkan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi saat memasuki dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kompetensi yang teruji secara langsung menjadi nilai tambah yang tidak hanya diakui secara akademis, tetapi juga oleh dunia industri.


    Melalui pelaksanaan UKK yang konsisten dan berkualitas, SMK semakin menegaskan perannya sebagai pencetak tenaga kerja terampil yang siap menghadapi tantangan global. (Bachtiar/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini