Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., yang hadir mewakili Kapolda Metro Jaya. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 21.000 ekor benih ikan mujair dan 16.000 ekor benih ikan bandeng ditebar ke area tambak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Wakapolda menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari ekosistem rantai pasok bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus tindak lanjut dari arahan Kapolri dan petunjuk Kapolda Metro Jaya dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini kami melaksanakan penebaran benih ikan mujair sebanyak 21.000 ekor sebagai tahap kedua. Selain sektor perikanan, kami juga melakukan penanaman bibit semangka dan pohon mangga di area yang sama sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian,” ujar Brigjen Pol. Dekananto di lokasi kegiatan.
Acara ini turut dihadiri oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol. Mustofa, serta jajaran pejabat utama dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi. Kehadiran tokoh masyarakat dan warga sekitar turut menambah semangat kebersamaan dalam mendukung program tersebut.
Pemilik lahan tambak, H. Zaini Sidi, yang bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam program ini, menyampaikan apresiasi dan komitmennya terhadap upaya kolaboratif ini. Ia menilai bahwa sinergi antara sektor swasta dan institusi Polri menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya di wilayah pesisir.
“Program ini adalah hasil kerja sama dengan Polda Metro Jaya. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkap H. Zaini.
Melalui pengembangan ekosistem rantai pasok yang terintegrasi ini, diharapkan hasil panen dari tambak dan sektor pertanian tersebut dapat didistribusikan secara optimal guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Bekasi.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. (Bachtiar/Red)


.png)






