Sapta Prihantono diketahui merupakan salah satu korban dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu malam, 1 April 2026 lalu. Insiden tragis tersebut tidak hanya menimpa Sapta, namun juga seluruh anggota keluarganya, yakni ayah dan tiga kakaknya, yang turut menjadi korban dan hingga saat ini masih menjalani perawatan di RS Citra Arafiq dan RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Pada Rabu (8/4/2026), suasana haru menyelimuti prosesi penghormatan terakhir. Kepala SMK Negeri 15 Kota Bekasi, Dra. Supriatin, bersama Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah III (Kota dan Kabupaten Bekasi), Dr. Rina Parlina, S.I.P., M.M., hadir langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Isak tangis keluarga, teman-teman sekolah, serta para pelayat tak terbendung selama prosesi pemakaman berlangsung. Kehilangan Sapta menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika SMK Negeri 15 Kota Bekasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KCD Pendidikan Wilayah III, Dr. Rina Parlina, menyampaikan turut berduka kepada keluarga Sapta Prihantono, siswa kelas X Teknik Mesin I SMK Negeri 15 Kota Bekasi.
"Kami juga turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Hingga saat ini tercatat tiga korban meninggal dunia akibat ledakan SPBE Cimuning. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan korban yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan," ujar Rina Parlina.
Peristiwa ledakan SPBE Cimuning tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Kota Bekasi, khususnya bagi dunia pendidikan, yang kembali kehilangan salah satu generasi muda terbaiknya. (Bachtiar/Red)


.png)






