Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa kurban tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga berperan sebagai instrumen sosial ekonomi yang mampu menggerakkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Potensi kurban di Indonesia sangat besar, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan. Pada tahun 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp34,85 triliun. Ini merupakan kekuatan besar umat yang harus dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin luas,” ujar Sodik dalam konferensi pers, 17 April 2026.
Secara empirik, pada tahun 2025 realisasi kurban tercatat mencapai sekitar Rp2,3 triliun atau setara 790.554 ekor domba/kambing (doka) yang dikelola oleh BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Sementara itu, sekitar Rp18,8 triliun atau setara 1.962.575 ekor doka dihimpun secara mandiri oleh organisasi masyarakat, DKM, dan masyarakat luas. Dengan demikian, total capaian kurban nasional pada tahun 2025 mencapai Rp21,1 triliun.
Untuk tahun 2026, BAZNAS menetapkan target penghimpunan sebanyak 1 juta ekor domba/kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun yang akan dikelola oleh BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia.
“Target ini ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kapasitas pengumpulan, ketersediaan ternak, hingga kondisi ekonomi masyarakat,” jelas Sodik.
Salah satu keunggulan berkurban melalui BAZNAS adalah dampaknya yang berlapis. Hewan kurban yang disalurkan tidak hanya menyasar masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga berasal dari program pemberdayaan peternak mustahik melalui Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di berbagai daerah.
“Para peternak tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga pendampingan menyeluruh, mulai dari budidaya hingga penguatan usaha. Dengan demikian, masyarakat yang berkurban melalui BAZNAS turut berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi peternak kecil,” tambahnya.
Pada tahun ini, BAZNAS RI menargetkan penghimpunan dan penyaluran minimal 6.000 ekor setara doka (di luar kontribusi BAZNAS daerah dan mitra lainnya). Untuk mendukung target tersebut, BAZNAS telah menyiapkan ribuan ternak dari balai ternak di berbagai wilayah serta menggandeng partisipasi masyarakat luas.
Dari sisi distribusi, BAZNAS memastikan penyaluran kurban menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kawasan rawan pangan, serta wilayah minim akses terhadap daging kurban. Selain distribusi dalam bentuk segar, BAZNAS juga menghadirkan inovasi kurban dalam bentuk olahan dan kemasan kaleng guna menjangkau daerah dengan akses terbatas.
Dalam pengelolaannya, BAZNAS mengedepankan prinsip 3A, yakni Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sebagai jaminan bahwa kurban yang ditunaikan masyarakat sah secara syariat, tertib secara tata kelola, dan berdampak luas bagi bangsa.
“Dengan prinsip ini, masyarakat tidak perlu ragu. Kurban melalui BAZNAS tidak hanya sah, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” tegas Sodik.
Melalui program ini, BAZNAS mengajak masyarakat menjadikan kurban sebagai ibadah yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan sosial.
“Insya Allah, kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS akan menghadirkan keberkahan yang lebih luas, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS menyediakan berbagai kanal kemudahan pembayaran kurban, baik secara digital maupun fisik.
Layanan digital meliputi website resmi BAZNAS, platform crowdfunding, e-commerce, fintech, hingga digital banking. Sedangkan kanal fisik tersedia melalui kerja sama dengan mitra kasir ritel.
“Pada tahun lalu, sekitar 80 persen pembayaran dilakukan melalui website resmi BAZNAS. Selain itu, kontribusi dari marketplace dan fintech mencapai sekitar 6,8 persen. Masyarakat cukup mengakses platform tersebut dan memilih kategori kurban yang tersedia, yakni standar, medium, dan premium,” jelas Rizaludin.
Adapun daftar harga Kurban Berkah BAZNAS 2026 meliputi:
- Doka Standar: Rp2.450.000
- Doka Medium: Rp2.900.000
- Doka Premium: Rp3.100.000
- Sapi: Rp21.000.000
- Kurban kaleng: Rp21.000.000 per ekor setara 250 kaleng
Dengan berbagai kemudahan dan inovasi yang ditawarkan, program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi umat secara berkelanjutan. (Novian)









