Kepala SLB Dharmawanita Kota Bogor, Darwina, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan delapan siswa dari jenjang SMPLB dan SMALB yang memiliki kebutuhan khusus tunarungu dan tunagrahita. Program ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan keterampilan vokasi dan jiwa kewirausahaan para siswa.
“Kegiatan ini bertujuan mengembangkan keterampilan vokasi dan kewirausahaan siswa. Kami melatih kemandirian, tanggung jawab, serta kerja sama melalui pembelajaran berbasis projek,” ujar Darwina saat dihubungi, Rabu (4/3/2026).
Ia menuturkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan para siswa mampu bersaing dan diterima oleh masyarakat. Lebih dari sekadar aktivitas penjualan, proses pembuatan parsel ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa melalui karya nyata yang memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program “BMW Mamah” untuk SLB di Jawa Barat, yaitu mendorong siswa agar mampu bekerja, melanjutkan pendidikan, berwirausaha, serta mandiri di rumah setelah lulus sekolah.
Menurut Darwina, momentum Ramadan memberikan ruang belajar yang bermakna bagi para siswa. Parsel yang mereka buat memiliki tampilan menarik dan unik, sekaligus memiliki nilai sosial karena merupakan hasil karya anak-anak berkebutuhan khusus.
“Menjelang hari raya, pesanan terus meningkat dari individu, instansi maupun komunitas. Ini menjadi motivasi besar bagi siswa untuk terus berkarya,” ungkapnya.
Respons positif juga datang dari para orang tua siswa. Mereka merasa bangga melihat anak-anaknya mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual di masyarakat. Bahkan, sejumlah orang tua turut terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut, mulai dari membantu promosi, pemesanan hingga penyediaan bahan baku.
“Hal itu sekaligus meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap potensi anak-anak mereka,” tambah Darwina.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, terampil, dan percaya diri. Dengan bekal keterampilan serta jiwa kewirausahaan yang ditanamkan sejak di bangku sekolah, para siswa diharapkan mampu terus berkarya, produktif, dan memiliki daya saing di masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan. (Red)





.png)
.png)


