• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     








    Profile Perjalanan Karier Meutya Hafid, Pernah Disandera di Irak hingga Jadi Menteri Komunikasi dan Digital

    Liputanbhagasasi
    Senin, 09 Maret 2026, 13:24 WIB Last Updated 2026-03-09T06:24:50Z


    Liputanbhagasasi.com - Jakarta, Kantor Berita LBN - Meutya Viada Hafid dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan Indonesia yang memiliki perjalanan karier panjang di dunia jurnalistik, politik, hingga pemerintahan. Perempuan kelahiran 3 Mei 1978 di Soppeng, Sulawesi Selatan ini kini dipercaya menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih sejak tahun 2025. dikutip dari website https://www.komdigi.go.id/profil/daftar-menteri.


    Dalam bidang pendidikan, Meutya menempuh studi Sarjana (S1) di University of New South Wales, Australia, pada bidang Manufacturing Engineering dan lulus pada tahun 2001. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan meraih gelar S2 Ilmu Politik dari Universitas Indonesia pada tahun 2018.


    Sebelum terjun ke dunia politik, Meutya memulai kariernya sebagai jurnalis di Metro TV. Ia juga dikenal sebagai pembawa acara di sejumlah program televisi, serta terlibat dalam berbagai liputan penting, termasuk liputan internasional yang memiliki risiko tinggi.


    Salah satu peristiwa yang paling dikenal dalam perjalanan hidupnya terjadi pada tahun 2005, ketika Meutya disandera selama tujuh hari di Irak oleh sekelompok pria bersenjata saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Pengalaman tersebut kemudian ia tuliskan dalam sebuah buku berjudul “168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak”, yang diluncurkan pada 28 September 2007.


    Atas kiprahnya di dunia jurnalistik, Meutya menerima berbagai penghargaan. Pada 11 Oktober 2007, ia terpilih sebagai pemenang Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O'Neill dari Australia. Ia juga pernah dinobatkan sebagai satu dari lima Tokoh Pers Inspiratif Indonesia versi Mizan, dan menjadi satu-satunya perempuan termuda yang meraih penghargaan tersebut.


    Karier politik Meutya dimulai ketika ia terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sejak tahun 2010 dari Partai Golongan Karya (Golkar) dengan daerah pemilihan Sumatera Utara. Dalam perjalanan kariernya di parlemen, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI sejak tahun 2019.


    Selama memimpin Komisi I DPR RI periode 2019–2024, yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen, Meutya tercatat berperan dalam proses pembahasan hingga pengesahan 13 Undang-Undang.


    Selain aktif di parlemen, Meutya juga terlibat dalam berbagai organisasi politik dan kemasyarakatan. Ia aktif di Partai Golkar sejak tahun 2016 serta bergabung dalam Organisasi Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) sejak tahun 2020.


    Dengan pengalaman panjang di dunia media, legislatif, dan organisasi, Meutya Viada Hafid dinilai memiliki kapasitas kuat dalam bidang komunikasi publik. Pengalamannya tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital dalam Kabinet Merah Putih. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini