Dalam konferensi pers yang digelar pemerintah, Menteri Sekretaris Negara Kabinet Merah Putih, Prasetyo Hadi, memastikan bahwa kabar kenaikan BBM tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan terkait penyesuaian harga BBM.
“Pemerintah memastikan bahwa informasi yang beredar mengenai kenaikan harga BBM pada 1 April adalah tidak benar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi,” ujar Prasetyo Hadi.
Senada dengan hal tersebut, pihak Pertamina juga menyatakan bahwa harga BBM masih mengacu pada kebijakan yang berlaku dan belum ada perubahan per tanggal 1 April 2026. Pertamina mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi resmi perusahaan maupun pemerintah.
Lebih lanjut, Prasetyo Hadi menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial, mengingat tanggal 1 April kerap dikaitkan dengan momen April Mop yang rawan dimanfaatkan untuk penyebaran informasi yang tidak akurat.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pastikan kebenarannya terlebih dahulu sebelum dibagikan,” tambahnya.
Pemerintah dan Pertamina berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga energi, serta memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi resah terhadap isu kenaikan harga BBM dan tetap beraktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran akan adanya lonjakan harga energi secara mendadak. (Red)









