Berdasarkan berbagai laporan di lapangan, kecelakaan tidak hanya melibatkan kendaraan roda dua, tetapi juga kendaraan pribadi hingga angkutan umum. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan instansi terkait.
Sejumlah faktor penyebab laka lantas selama mudik 2026 pun mulai teridentifikasi. Faktor pertama adalah kelelahan pengemudi. Perjalanan jarak jauh tanpa istirahat cukup membuat konsentrasi menurun, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Banyak pemudik memaksakan diri untuk terus berkendara demi cepat sampai tujuan.
Selain itu, kepadatan lalu lintas juga memicu perilaku tidak sabar di jalan. Beberapa pengendara kerap melakukan manuver berbahaya seperti menyalip dari bahu jalan, melanggar rambu, hingga memaksakan masuk ke jalur lain. Hal ini memperbesar potensi tabrakan antar kendaraan.
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah kondisi kendaraan yang kurang prima. Tidak sedikit pemudik yang menggunakan kendaraan tanpa melakukan pengecekan menyeluruh terlebih dahulu, seperti rem, ban, dan lampu. Kondisi kendaraan yang tidak layak jalan jelas meningkatkan risiko kecelakaan.
Cuaca juga menjadi salah satu penyebab yang tidak bisa diabaikan. Hujan yang kerap mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Bekasi dan sekitarnya, membuat jalan licin dan jarak pandang berkurang. Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengendara.
Di sisi lain, masih ditemukannya pelanggaran lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, hingga penggunaan ponsel saat berkendara turut memperparah kondisi di jalan raya.
Pihak kepolisian pun terus mengimbau para pemudik untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengemudi diharapkan beristirahat setiap 2-3 jam, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta mematuhi aturan lalu lintas.
Mudik sejatinya menjadi momen penuh kebahagiaan untuk berkumpul bersama keluarga. Namun tanpa kesadaran dan disiplin di jalan, perjalanan tersebut justru dapat berujung pada risiko yang membahayakan keselamatan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan tanggung jawab bersama menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan selama musim mudik Lebaran 2026. (Red)









