• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    HUT ke-29 Kota Bekasi, Warga Soroti Belum Ada Tarif Transportasi Rp1 di Momen Perayaan

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 20 Maret 2026, 22:15 WIB Last Updated 2026-03-20T15:15:50Z


    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi yang jatuh pada Selasa, 10 Maret 2026, mengusung tema “Kota Bekasi Semakin Keren, Nyaman, dan Sejahtera”. Namun di balik semangat perayaan tersebut, muncul catatan kritis dari masyarakat terkait belum adanya kebijakan tarif simbolis Rp1 untuk layanan transportasi publik pada momentum istimewa ini.


    Sejumlah warga menilai, momen hari jadi kota seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, salah satunya melalui keringanan tarif transportasi umum seperti Biskita maupun Trans Bekasi Keren (Trans Beken). Kebijakan tarif Rp1 dinilai bukan sekadar gimmick, melainkan upaya konkret mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi massal.


    “Sebenarnya kalau di momen HUT bisa diterapkan tarif Rp1, pasti menarik dan membantu masyarakat. Apalagi sekarang sudah ada layanan baru yang nyaman,” ujar salah satu penumpang Biskita.


    Diketahui, Trans Bekasi Keren (Trans Beken) merupakan layanan bus modern berbasis listrik yang baru diresmikan Pemerintah Kota Bekasi pada 10 Februari 2026. Layanan ini menghubungkan Terminal Bekasi hingga kawasan Harapan Indah, dengan jam operasional pukul 05.00 hingga 21.00 WIB serta melayani 47 titik pemberhentian. Sejak 1 Maret 2026, malah tarif yang diberlakukan sebesar Rp4.500.


    Kehadiran Trans Beken sejatinya menjadi langkah maju dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Kota Bekasi. Namun, sebagian masyarakat berpendapat bahwa inovasi tersebut akan semakin terasa dampaknya jika diiringi kebijakan yang menyentuh langsung, terutama pada momen perayaan kota.


    Dari sudut pandang opini penumpang Bis Trans Beken, kebijakan tarif Rp1 di hari-hari tertentu seperti HUT kota bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan awareness dan pengalaman masyarakat menggunakan transportasi publik. Selain itu, langkah tersebut juga berpotensi memperkuat citra pemerintah sebagai pihak yang responsif terhadap kebutuhan warganya apalagi nanti di moment Idul Fitri, Masyakarakat bisa menikmati bus tersebut ketika mau berkunjung ke sanak keluarga.


    Di sisi lain, tentu perlu dipahami bahwa kebijakan tarif khusus memerlukan kesiapan anggaran dan perencanaan yang matang. Meski demikian, harapan masyarakat terhadap terobosan pelayanan publik tetap tinggi, terlebih di tengah semangat menjadikan Bekasi sebagai kota yang semakin modern dan berkelanjutan. Ujarnya.


    HUT ke-29 ini bukan hanya soal perayaan, tetapi juga refleksi sejauh mana kebijakan yang dihadirkan mampu menjawab kebutuhan warga. Ke depan, masyarakat berharap tema “Semakin Keren, Nyaman, dan Sejahtera” dapat diwujudkan tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kebijakan inovatif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (Bachtiar)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini