• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Simbol Penghormatan dan Silaturahmi, Tradisi Nganter Bandeng Masih Lestari di Ujungharapan Bekasi

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 20 Maret 2026, 22:42 WIB Last Updated 2026-03-20T15:42:30Z
     Ket. Foto : Pedagang ikan Bandeng Ujungharapan Bekasi

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Deretan ikan bandeng segar yang tersusun rapi di atas daun pisang bukan sekadar hasil tangkapan laut biasa. Bagi masyarakat Ujungharapan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, pemandangan ini menjadi simbol kerinduan, penghormatan, sekaligus tradisi yang terus hidup menjelang Hari Raya Idulfitri.

    Setiap memasuki penghujung Ramadan, suasana kampung mulai dipenuhi aktivitas warga yang berburu ikan bandeng berukuran besar. Tradisi ini dikenal dengan sebutan “Nganter Bandeng”, sebuah kebiasaan turun-temurun masyarakat Betawi yang sarat makna kekeluargaan dan silaturahmi.


    Dalam tradisi ini, anak atau menantu akan membawa ikan bandeng kepada orang tua atau mertua sebagai bentuk bakti dan penghormatan. Ikan bandeng yang dipilih biasanya berukuran besar dan segar, melambangkan kesungguhan hati serta rasa cinta kepada keluarga.


    “Ini bukan sekadar ngasih ikan, tapi bentuk kita menghormati orang tua. Dari dulu juga sudah begini,” ujar salah satu warga Ujungharapan.


    Selain menjadi simbol penghormatan, Nganter Bandeng juga mempererat hubungan kekeluargaan. Momen ini menjadi ajang untuk saling berkunjung, berbagi cerita, dan memperkuat ikatan emosional antar anggota keluarga menjelang hari kemenangan.


    Seorang pedagang bandeng di kawasan Ujungharapan mengaku, permintaan ikan bandeng meningkat drastis menjelang Lebaran. “Alhamdulillah tiap tahun pasti ramai. Bandeng ukuran besar paling dicari, karena buat nganter ke orang tua atau mertua,” ujarnya.


    Sementara itu, salah satu pembeli, warga Ujungharapan, mengatakan tradisi ini sudah menjadi kewajiban moral bagi dirinya. “Setiap tahun saya pasti beli bandeng buat orang tua. Walaupun sederhana, ini bentuk bakti dan menjaga tradisi keluarga,” katanya.


    Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi, tradisi ini tetap bertahan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat. Bahkan, tidak sedikit generasi muda yang tetap melestarikannya sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan leluhur.


    Ikan bandeng sendiri nantinya akan diolah menjadi berbagai hidangan khas Lebaran, mulai dari bandeng presto hingga bandeng bakar yang disajikan saat berkumpul bersama keluarga.


    Tradisi Nganter Bandeng menjadi pengingat bahwa Idulfitri bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai luhur seperti hormat kepada orang tua, kebersamaan, dan mempererat tali silaturahmi. Di Ujungharapan, tradisi ini terus hidup, mengiringi langkah masyarakat menuju hari kemenangan dengan penuh makna. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini