Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota menemukan sejumlah kerusakan fasilitas sekolah, di antaranya plafon ruang kelas yang runtuh, atap genteng yang mengalami kebocoran, serta beberapa lampu kelas yang tidak berfungsi. Kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus kekhawatiran bagi siswa maupun tenaga pendidik saat menjalankan aktivitas belajar.
Tri Adhianto mengaku prihatin melihat kondisi sarana pendidikan tersebut. Menurutnya, sekolah sebagai tempat menimba ilmu harus berada dalam kondisi aman, nyaman, dan layak guna menunjang proses pembelajaran.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi ini. Sekolah adalah tempat anak-anak kita belajar dan membangun masa depan. Tidak boleh ada ruang kelas yang membahayakan keselamatan mereka,” ujar Tri di sela kunjungan.
Ia pun langsung menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari pembenahan plafon yang rusak, perbaikan atap bocor, hingga penggantian instalasi lampu agar aktivitas belajar dapat kembali berjalan optimal.
“Ini akan segera kita proses. Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh supaya siswa dan guru bisa lebih nyaman dalam belajar,” tegasnya.
Selain penanganan cepat di SDN 7 Teluk Pucung, Tri juga menekankan pentingnya inspeksi rutin terhadap kondisi bangunan sekolah di seluruh wilayah Kota Bekasi. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah kerusakan serupa terjadi di sekolah lain.
Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, berkomitmen memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang aman serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti bahwa perhatian terhadap dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada kurikulum dan prestasi akademik, tetapi juga pada kelayakan fasilitas sebagai fondasi utama kegiatan belajar mengajar. (Dani/Tim)


.png)


.png)
.png)


