• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     








    Reses I DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin Soroti Minimnya Permodalan dan Digital Marketing UMKM

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 13 Februari 2026, 22:30 WIB Last Updated 2026-02-14T03:50:40Z

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Kurangnya permodalan dan minimnya pemahaman digital marketing menjadi hambatan utama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bekasi dalam mengembangkan bisnisnya. Kondisi tersebut bahkan diperparah dengan program pemberdayaan yang dinilai masih bersifat seremonial dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

    Permasalahan itu mengemuka dalam kegiatan Reses I DPRD Kota Bekasi yang digelar Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, di wilayah RW 010, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (13/2/2026).

    Dalam dialog bersama warga, Alit menyerap berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang masih kesulitan mengakses permodalan dan pendampingan usaha. Ia menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, optimalisasi ekonomi digital seharusnya menjadi fokus utama pemerintah daerah.

    “Isu krusialnya adalah bagaimana pemerintah mengorientasikan optimalisasi ekonomi digital untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, terkhusus di Aren Jaya. Perlu ada stimulasi dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas warga,” ujar Alit.

    Menurutnya, pelatihan digital marketing menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi generasi muda. Banyak warga yang sebenarnya memiliki potensi dan kreativitas untuk berbisnis, namun belum memiliki tempat usaha maupun modal besar. Padahal, dengan memanfaatkan platform digital dan gadget yang dimiliki, peluang usaha tetap terbuka lebar.

    “Sekarang ini jualan tidak harus punya toko fisik. Cukup dengan handphone dan koneksi internet, produk bisa dipasarkan lebih luas. Tapi tentu harus dibekali pemahaman tentang strategi pemasaran digital, branding, hingga pengelolaan marketplace,” tambahnya.

    Alit juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan UMKM. Ia berharap, pemerintah tidak hanya menghadirkan kegiatan pelatihan secara simbolis, tetapi juga menyediakan pendampingan berkelanjutan, akses permodalan yang mudah, serta membuka jaringan pemasaran yang konkret bagi pelaku usaha.

    Warga RW 010 Aren Jaya menyambut baik perhatian tersebut. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dalam reses dapat benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan dan program yang tepat sasaran.

    Melalui Reses I ini, Alit berkomitmen membawa berbagai aspirasi masyarakat ke dalam pembahasan di DPRD Kota Bekasi, agar program pemberdayaan UMKM ke depan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu mendorong kemandirian ekonomi warga.

    Dengan penguatan kapasitas digital dan dukungan permodalan yang tepat, UMKM di Kota Bekasi diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing dan berkembang di era ekonomi digital. (Bachtiar/Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini