• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     








    Polda Jabar dan Gubernur Dedi Mulyadi Jemput 12 Pekerja Hiburan di Sikka, Pastikan Perlindungan dan Pemulihan Korban

    Liputanbhagasasi
    Senin, 23 Februari 2026, 22:22 WIB Last Updated 2026-02-23T15:22:36Z


    Liputanbhagasasi.com - Jawa Barat, Kantor Berita LBN - Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat yang dipimpin Kombes Pol. Rumi Untari S.I.K., M.H., mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam penjemputan pekerja hiburan asal Jawa Barat di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/2/2026).


    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran Polda Jabar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk komitmen perlindungan terhadap warga Jabar yang menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebanyak 12 korban saat ini diproses untuk dipulangkan ke Jawa Barat, sementara satu korban lainnya telah lebih dahulu kembali.



    Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. menegaskan bahwa langkah penjemputan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya.


    “Dir PPA dan TPPO Polda Jabar mendampingi langsung Bapak Gubernur Jawa Barat dalam kegiatan penjemputan para pekerja hiburan di Sikka. Ini bagian dari upaya perlindungan dan pemulihan terhadap para korban,” ujar Kombes Hendra dalam keterangannya.


    Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan di Kabupaten Sikka diawali dengan dialog bersama para korban. Dialog tersebut bertujuan memastikan kondisi fisik dan psikologis korban dalam keadaan stabil sebelum dilakukan proses pemulangan ke Jawa Barat.


    Selain itu, digelar pula rapat koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan sesuai prosedur. Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, perwakilan Bupati Sikka, Dir PPA dan TPPO Polda NTT, Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sikka, Kepala UPTD Kabupaten Sikka, Kapolres Sikka, Dir PPA dan TPPO Polda Jabar, LSM pemerhati perempuan, serta Ketua Yayasan TRUK-F yang selama ini memberikan pendampingan dan penampungan kepada para korban.


    “Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, serta menjamin hak-hak para korban terpenuhi. Termasuk pendampingan lanjutan setibanya di Jawa Barat,” jelasnya.


    Kombes Hendra menambahkan, pemulangan dilakukan secara bertahap dengan pengawalan aparat kepolisian dan pendampingan dari dinas terkait. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jabar juga telah menyiapkan langkah-langkah pemulihan, baik secara psikologis maupun sosial, agar para korban dapat kembali menjalani kehidupan secara layak di daerah asalnya.


    Tak hanya fokus pada pemulihan korban, Polda Jabar memastikan proses hukum terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang tetap berjalan. Aparat penegak hukum terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.


    “Negara hadir. Kami pastikan para korban mendapat perlindungan maksimal dan proses hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab tetap berlanjut,” pungkas Kombes Hendra.


    Langkah cepat yang dilakukan Polda Jabar dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini diharapkan menjadi pesan tegas bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak dari praktik perdagangan orang menjadi prioritas, serta tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan kemanusiaan di wilayah hukum Jawa Barat maupun di luar daerah. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini