Liputanbhagasasi.com - Jawa Tengah, Kantor Berita LBN - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 di Hotel PO Semarang, Jawa Tengah, pada 10 Februari 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi insan perhotelan dan restoran dalam merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika industri pariwisata nasional.
Rakernas I PHRI 2026 dihadiri oleh Badan Pimpinan Pusat (BPP) dan Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI dari seluruh Indonesia, jajaran pimpinan daerah Jawa Tengah, asosiasi terkait, pelaku industri, General Manager hotel se-Kota Semarang, hingga Menteri Pariwisata Republik Indonesia. Tercatat sebanyak 427 peserta dan tamu undangan hadir, baik secara langsung maupun melalui skema hybrid.
Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini sekaligus menjadi ajang syukuran Hari Ulang Tahun PHRI ke-57 yang jatuh pada 9 Februari 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PHRI telah menjadi garda terdepan dalam penyediaan akomodasi dan layanan makanan-minuman yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
“PHRI bersyukur tetap solid meskipun harus melewati perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kontribusi kami di dunia pariwisata cukup besar karena mampu menghadirkan sekitar 25 juta lapangan pekerjaan sepanjang tahun 2025 serta menyumbang pendapatan asli daerah,” ujar Hariyadi saat membuka Rakernas I secara hybrid.
Menurutnya, tantangan industri ke depan tidak hanya berkaitan dengan pemulihan pascapandemi, tetapi juga adaptasi terhadap perubahan tren wisata, digitalisasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Rakernas menjadi forum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.
Sementara itu, Sekretaris BPD PHRI Jawa Tengah, Yanti Yulianti, mengatakan pihaknya sebagai tuan rumah telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan guna menyukseskan Rakernas I Tahun 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mendorong pergerakan sektor pariwisata di Jawa Tengah.
Salah satu agenda yang digelar adalah heritage city tour ke sejumlah destinasi unggulan di Jawa Tengah. Sebanyak 120 peserta diajak mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa, salah satu ikon wisata sejarah di wilayah tersebut.
“Kami mengajak 120 peserta untuk tur ke Ambarawa, yang merupakan museum kereta api terkenal di daerah ini. Seluruh peserta menggunakan bus sehingga terjadi pergerakan wisata yang cukup signifikan dan memberikan dampak langsung bagi sektor pariwisata lokal,” ungkap Yanti.
Tak hanya itu, PHRI juga menggelar kegiatan PHRI Vaganza Table Top, sebuah forum business to business (B2B) yang mempertemukan anggota PHRI dengan pelaku industri pariwisata lainnya. Kegiatan ini menghadirkan 53 seller dan 100 buyer, menciptakan ruang transaksi dan penjajakan kerja sama yang konkret.
Melalui kegiatan table top tersebut, diharapkan tercipta kolaborasi baru yang dapat meningkatkan okupansi hotel, penjualan produk restoran, hingga paket wisata terpadu di berbagai daerah. Rakernas I PHRI 2026 pun menjadi bukti bahwa organisasi ini tidak hanya fokus pada perumusan kebijakan internal, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis anggotanya secara nyata.
Dengan mengusung semangat kebersamaan di usia ke-57 tahun, PHRI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun industri pariwisata yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (Bachtiar/Red)


.png)


.png)
.png)


