Liputanbhagasasi.com - Bandung, Jawa Barat - Empat siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat resmi didaulat sebagai Duta Kreator Affiliate SMK Jabar melalui program Kreator Affiliate Digital Muda (KaDM). Penghargaan tersebut diberikan dalam acara penganugerahan yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026).
Pada ajang tersebut, Juara I Duta Kreator Affiliate SMK Jabar diraih oleh siswa SMKN 1 Majalengka, Muhammad Reihan. Posisi Juara II ditempati oleh Nur Rohman dari SMKN 1 Bogor. Sementara itu, Juara III diraih bersama oleh dua siswa SMKN 3 Bandung, yakni Amira Oktaviannisa dan Nuri Fajrianti Projo.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Edy Purwanto, mengatakan bahwa program KaDM merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menyiapkan lulusan SMK yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Menurutnya, wirausaha berbasis digital, khususnya melalui sistem affiliate marketing, menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan pengangguran terbuka di kalangan lulusan sekolah kejuruan.
“Melalui program ini, siswa diajarkan membuat konten kreatif, menjadi affiliator, dan menghasilkan pendapatan secara mandiri. Ini menjadi kunci bahwa orientasi lulusan SMK bukan hanya mencari lowongan kerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha sendiri,” ujar Edy dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pembekalan kewirausahaan sejak di bangku sekolah akan memberikan bekal berkelanjutan bagi para siswa setelah lulus. Oleh karena itu, Disdik Jabar mendorong Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) Jawa Barat untuk terus memperkuat pendampingan, pelatihan, serta semangat berwirausaha di lingkungan SMK.
“Kami berharap MGMP KIK terus menggelorakan budaya kreatif dan inovatif, sehingga siswa tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha,” tambahnya.
Salah satu penerima penghargaan, Muhammad Reihan, mengaku program KaDM memberikan motivasi besar untuk berani mencoba peluang baru di dunia digital. Ia menilai, keberanian untuk memulai menjadi kunci utama dalam membangun usaha sejak dini.
“Jangan takut mencoba hal baru. Walaupun ada yang mengejek, yang menikmati hasil dan kebaikannya adalah kita sendiri,” tutur Reihan.
Usai mengikuti program tersebut, Reihan mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima sejumlah tawaran kerja sama dan endorsement dari beberapa merek. Sebelumnya, ia juga telah merintis usaha kecil-kecilan dengan berjualan camilan di sekolah.
“Sebelum jadi affiliator, aku sudah jualan di sekolah, bawa produk seperti cipuk dan cheessecuit. Jadi memang sudah ada jiwa wirausaha. Lewat program KaDM, kemampuan itu jadi makin terasah,” ungkapnya.
Selain memberikan penghargaan kepada para siswa, MGMP KIK Jabar yang berkolaborasi dengan Chlorine Digital Media & Teknologi juga memberikan apresiasi kepada tiga guru sebagai Duta Affiliator Terbaik serta tiga sekolah yang meraih penghargaan dalam kategori khusus.
Melalui program KaDM, Disdik Jabar berharap dapat mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan ekonomi, sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan SMK Jawa Barat. (Bachtiar/Red)
Sumber : Disdik Provinsi Jawa Barat


.png)


.png)
.png)


