• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Ketua DPRD Kota Bekasi Terima Aspirasi Organda Terkait Rute Trans Beken

    Liputanbhagasasi
    Selasa, 10 Februari 2026, 16:41 WIB Last Updated 2026-02-11T09:44:12Z
                                                                        Dok : DPRD Kota Bekasi

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd, M.M, secara langsung menerima aspirasi dari jajaran pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) serta perwakilan pengusaha dan pengemudi angkutan kota di Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (10/2/2026).

    Pertemuan tersebut digelar sebagai respons cepat atas aksi mogok operasional yang dilakukan para pengemudi angkutan kota. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pembukaan jalur baru bus Trans Beken yang dinilai bersinggungan langsung dengan trayek angkutan kota yang telah beroperasi selama ini.

    Dalam forum dialog tersebut, para pengusaha angkutan dan pengemudi menyampaikan keluhan terkait tumpang tindih rute yang berdampak signifikan terhadap penurunan pendapatan. Mereka berharap Pemerintah Daerah dapat meninjau ulang kebijakan operasional Trans Beken agar tidak mematikan mata pencaharian pelaku transportasi konvensional yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Dr. Sardi Efendi menegaskan bahwa DPRD Kota Bekasi memahami sepenuhnya keresahan para pengemudi dan pengusaha angkutan. Menurutnya, pembangunan sistem transportasi publik yang modern harus tetap berpihak pada ekonomi kerakyatan.

    “Modernisasi transportasi tidak boleh mengorbankan para pelaku usaha kecil dan pengemudi yang sudah lama mengabdi melayani masyarakat,” ujarnya.

    Sebagai langkah tindak lanjut, Ketua DPRD akan menginstruksikan Komisi II DPRD Kota Bekasi untuk memanggil Dinas Perhubungan guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur baru Trans Beken. Evaluasi ini diharapkan dapat menghasilkan skema sinkronisasi trayek yang adil, di mana angkutan kota dapat berperan sebagai pengumpan (feeder) bagi bus utama.

    Selain itu, Dr. Sardi Efendi juga mengimbau kepada seluruh pengusaha angkutan dan pengemudi agar tetap menjaga kondusivitas dan ketertiban selama proses mediasi berlangsung. Ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut hingga tercapai solusi konkret yang mampu menjamin kesejahteraan pengemudi tanpa mengesampingkan peningkatan kualitas layanan transportasi publik di Kota Bekasi. (Supri/Tim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini