Dari ratusan barang tersebut, handphone menjadi jenis barang yang paling banyak dilaporkan tertinggal, yakni sebanyak 28 unit. Selain itu, kamera dan laptop juga mendominasi daftar barang temuan dengan masing-masing 24 unit.
KAI Daop 1 Jakarta terus mengoptimalkan layanan Lost and Found sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Hingga akhir periode Nataru 2025/2026, tercatat 52,2 persen barang temuan telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, 47,8 persen barang lainnya masih tersimpan dengan aman dan menunggu proses pengambilan sesuai prosedur yang berlaku.
Pada periode yang sama, tingginya mobilitas masyarakat juga tercermin dari penjualan tiket kereta api. KAI Daop 1 Jakarta mencatat penjualan tiket mencapai 811.038 tiket untuk perjalanan selama masa Angkutan Nataru 2025/2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengimbau seluruh pelanggan agar selalu menjaga serta memeriksa kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun.
“Apabila pelanggan merasa kehilangan barang, dapat segera melapor kepada petugas stasiun atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan bantuan dan tindak lanjut layanan Lost and Found,” ujar Franoto.
Ia menegaskan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam penanganan barang tertinggal, guna memastikan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan. (Bachtiar/Red)
.png)




.png)
.png)

