Liputanbhagasasi.com - Subang, 03 Desember 2025 - Di tengah derasnya arus globalisasi, Kabupaten Subang memiliki sosok istimewa yang berdiri di garis depan pelestarian budaya. Ia adalah Mas Nina Munazah, S.sn., tokoh seni sekaligus aparatur di Dinas Pendidikan Kabupaten Subang yang telah lama mendedikasikan hidupnya untuk merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan seni-seni Sunda tradisional kepada masyarakat luas.
Sebagai bentuk komitmennya, Nina mendirikan Sanggar Nina Production, sebuah wadah kreatif yang menjadi pusat pelatihan berbagai kesenian Sunda, mulai dari tari, kawih, hingga pertunjukan kontemporer. Sanggar ini tumbuh menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, yang melahirkan seniman muda berprestasi sekaligus karya seni yang tetap berpijak pada tradisi buhun namun dikemas dengan gaya modern dan kontemporer.
Di dalam sanggar ini pula, para seniman bekerja dengan ketekunan dan cinta pada budaya. Salah satunya adalah istri penulis, yang berperan sebagai juru kawih dan turut menghidupkan pertunjukan-pertunjukan Sanggar Nina Production dengan lantunan vokal khas Sunda. Peran juru kawih menjadi identitas penting dalam karya-karya sanggar, menjembatani nilai tradisional dengan sentuhan emosional bagi penonton.
Reputasi Nina Munazah di Subang tidak diragukan lagi. Namanya dikenal luas sebagai figur sentral dalam pelestarian seni Sunda, sekaligus inovator yang mampu menghadirkan pertunjukan yang relevan dengan zaman. Ia bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi kreativitas untuk tumbuh dan menyesuaikan diri dengan perkembangan budaya global.
Menariknya, kiprah Sanggar Nina Production tidak berhenti di panggung lokal. Setiap tahunnya, sanggar ini secara rutin mengirimkan tenaga kerja seni tari ke Jepang, sebagai bentuk pertukaran budaya dan peluang karier bagi seniman muda. Program ini menjadi bukti bahwa seni Sunda memiliki daya tarik internasional, dan mampu menjadi jembatan persahabatan antarbangsa.
Kontribusi tersebut membuat Sanggar Nina Production tak sekadar menjadi penyangga tradisi, tetapi juga agen perubahan sosial dan ekonomi bagi komunitas seni di Subang. Melalui seni, Nina Munazah membuktikan bahwa budaya lokal bukanlah sesuatu yang harus disimpan di museum, tetapi dapat hidup, bekerja, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan kiprah yang konsisten dan penuh semangat, Nina Munazah menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah kerja panjang yang membutuhkan dedikasi. Di tangan orang-orang seperti dirinya, seni Sunda tidak hanya bertahan, tetapi juga menemukan panggung baru—baik di Subang, di Indonesia, maupun di dunia internasional. (Deni/Red)









