Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, 29 November 2025 - Menjelang libur Natal 2025, mobilitas warga Jabodetabek yang akan merayakan malam Natal di berbagai daerah mengalami peningkatan signifikan. Yogyakarta kembali menjadi salah satu kota tujuan utama, terutama bagi umat Nasrani yang ingin mengikuti rangkaian ibadah dan berkumpul bersama keluarga.
Pantauan melalui aplikasi KAI Access hingga akhir November 2025 menunjukkan bahwa tiket kereta api jarak jauh menuju Yogyakarta hampir habis terjual. Pada sejumlah jadwal keberangkatan tanggal 23–24 Desember 2025, aplikasi menampilkan sisa kursi yang sangat terbatas dalam satu rangkaian kereta, Kelas Ekonomi: menjadi kelas yang paling cepat habis, dengan banyak kereta yang sudah berstatus sold out.
Kereta-kereta favorit seperti KA Taksaka, KA Fajar Utama YK, KA Bogowonto, serta KA Gajahwong menunjukkan lonjakan pemesanan yang drastis dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menandakan tingginya minat masyarakat Jabodetabek yang ingin menghabiskan masa Natal di Kota Gudeg.
Melihat tingginya permintaan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mengumumkan penambahan rangkaian Kereta Api tambahan dalam rangka program Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penambahan ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat dan mengurangi potensi penumpukan di stasiun-stasiun besar seperti Gambir, Pasar Senen, dan Bekasi.
Dalam keterangannya, DJKA menyebutkan bahwa kereta tambahan akan diarahkan ke rute-rute dengan permintaan tertinggi, termasuk lintas Jakarta - Yogyakarta, Jakarta - Jawa Tengah, dan Jakarta - Jawa Timur. Rangkaian tambahan direncanakan tersedia mulai 20 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
PT KAI menyarankan masyarakat untuk segera memesan tiket tambahan melalui aplikasi KAI Access dan memanfaatkan fitur notifikasi ketersediaan tiket. Selain itu, calon penumpang diimbau memastikan data perjalanan terinput dengan benar untuk mempercepat proses pemesanan.
Musim liburan Natal 2025 diprediksi menjadi salah satu periode perjalanan tersibuk, di mana perpaduan antara wisata keluarga, ibadah malam Natal, dan momentum libur akhir tahun mendorong tingginya mobilitas masyarakat. Dengan hadirnya kereta tambahan dari pemerintah, diharapkan kebutuhan perjalanan masyarakat dapat terlayani dengan baik dan lancar. (Red)



