Liputanbhagasasi.com - Cikarang, 29 November 2025 - Pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Pelajar se-Jawa Barat 2025, Kabupaten Bekasi sukses mengamankan posisi Juara Umum II, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas pembinaan atlet silat di daerah ini.
Dari tujuh atlet yang berlaga, seluruhnya berhasil membawa pulang medali dengan perolehan dua emas, satu perak, dan empat perunggu. Hasil ini menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai salah satu daerah dengan performa paling konsisten dalam mencetak pesilat muda berprestasi.
Ajang bergengsi tingkat provinsi ini berlangsung di GOR Tri Lomba Juang, Kota Bandung, pada 5–15 November 2025, memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat dan diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai kota/kabupaten se-Jawa Barat.
Ketua 1 Bidang Organisasi dan Hukum IPSI Kabupaten Bekasi, Mohamad Samsodin, SH., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian yang diraih kontingen.
“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Bekasi hingga meraih Juara Umum II. Ini bukan hanya hasil lomba, tetapi buah dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi,” ujar Samsodin.
Ia menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya cabang olahraga, melainkan warisan budaya yang harus dijaga melalui prestasi dan pembinaan berkelanjutan.
“Saya sangat mengapresiasi semangat para atlet yang bertanding dengan penuh sportivitas dan keberanian. Ke depan, saya berharap capaian ini menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik lagi pada kompetisi berikutnya,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Samsodin menyampaikan pesan motivasi untuk para pesilat muda Kabupaten Bekasi:
“Terus berlatih, jangan puas, dan tetap rendah hati. Kalian adalah kebanggaan Kabupaten Bekasi.”
Sementara itu, dikutip dari laman jabarprov.go.id, penutupan Kejurda Pencak Silat Pelajar se-Jawa Barat 2025 dilakukan oleh Sekretaris Dispora Jabar, Gilang Sailendra.
Gilang menyampaikan bahwa kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembuktian kemampuan dan sportivitas para pesilat muda.
“Ajang ini menjadi ruang pembuktian kemampuan sekaligus semangat sportivitas bagi para pesilat muda terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat,” ujar Gilang.
Dengan torehan ini, Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai lumbung atlet berprestasi, sekaligus penjaga marwah budaya pencak silat di tingkat Jawa Barat. (Supri/Tim)



