• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


     

    Pengurus Daerah DMI Kabupaten Bekasi Gelar Raker Perdana Tahun 2025

    Liputanbhagasasi
    Sabtu, 27 September 2025, 17:00 WIB Last Updated 2025-09-27T13:11:33Z

    Liputanbhagasasi.com, Cikarang – Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Bekasi menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-1 tahun 2025 di Hotel Grand Zuri, Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Sabtu (27/9/2025). Acara ini mengusung tema “Sinergi Umat dan Masjid untuk Mewujudkan Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera.”

    Ketua PD DMI Kabupaten Bekasi, KH Imam Mulyana, menegaskan bahwa forum raker ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan mencari solusi atas berbagai dinamika yang dihadapi masjid-masjid di wilayah Bekasi.


    “Masih banyak aduan dan persoalan yang perlu segera ditangani bersama. Kondisi ini membuat DMI Kabupaten Bekasi terpacu untuk mencari solusi terbaik,” ujar Imam Mulyana.


    Ia juga menekankan pentingnya arahan dari pengurus wilayah agar tata kelola masjid semakin baik. “Maka dari itu, saya mohon arahan dari pimpinan wilayah agar DMI Kabupaten Bekasi bisa lebih lurus dalam mengurus masjid,” tambahnya.


    Terkait pembinaan, Imam Mulyana menyoroti keterbatasan anggaran. Menurutnya, tanpa dukungan dana yang memadai, upaya DMI dalam membina masjid dan jamaah akan terkendala. “Kalau tidak ada dukungan dana, ya berat. Mohon agar ke depan hibah untuk masjid bisa lebih diperhatikan. Jangan sampai masjid hanya mendapat alokasi kecil yang tidak mencukupi kebutuhan pembinaan,” jelasnya.


    Plt Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, H. Umar Nasir Assubhi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran DMI sangat strategis dalam menjaga umat. Ia mengingatkan bahwa menjaga umat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga organisasi masyarakat.


    “Maksimal tanpa ada bantuan dari masyarakat, termasuk dari DMI, karena menjaga umat itu bukan hanya tugas pemerintah. Tetapi juga tugas bersama organisasi masyarakat,” tegas Umar Nasir.


    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap program kerja DMI harus relevan dengan kondisi masyarakat Kabupaten Bekasi. “Program jangan hanya muluk-muluk atau sekadar redaksi. Harus relevan dengan kondisi masyarakat, serta benar-benar bisa langsung dirasakan oleh jamaah masjid,” ujarnya.


    Ia juga mendorong agar prinsip pelayanan prima—cepat, inovatif, transparan, dan akuntabel—menjadi bagian utama dari program DMI. Hal ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan jamaah terhadap pengurus masjid.


    Sementara itu, Ketua PD DMI Jawa Barat, KH Mohammad Mansur Syaerozi, memberikan arahan kepada peserta raker. Ia menekankan pentingnya menghidupkan gerakan infak sebagai kekuatan utama pembangunan masjid dan pemberdayaan jamaah.


    “Kalau masjid sudah megah, jamaahnya juga harus diperhatikan. Jangan sampai jamaah terjerat rentenir. Maka gerakan infak dari diri sendiri harus dimulai,” pesannya.


    KH Mansur juga mengingatkan bahwa masjid adalah rumah Allah yang wajib dimakmurkan dengan penuh keikhlasan. “Siapa yang mendatangi masjid akan dimuliakan oleh Allah. Apalagi yang mengurus rumah-Nya, tentu akan mendapat kemuliaan lebih. Itulah yang membuat saya terpanggil untuk mengurus masjid,” tuturnya. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini