• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


     

    Hotel Bukan Sekadar Tempat Menginap, Tapi Pintu Masuk Pariwisata Berkelanjutan

    Liputanbhagasasi
    Kamis, 25 September 2025, 17:30 WIB Last Updated 2025-09-26T05:44:38Z



    Liputanbhagasasi.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak Himpunan Humas Hotel Indonesia untuk turut serta memperkuat publikasi mengenai pariwisata berkelanjutan. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan koordinasi bersama yang digelar di Jakarta, Jumat (26/9/2025), sebagai upaya mendorong dunia perhotelan agar menjadi garda terdepan dalam menyuarakan praktik pariwisata ramah lingkungan.

    Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, saat membuka H3 Summit 2025 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (25/9/2025), mengatakan bisnis hotel selama ini menjadi tulang punggung utama industri pariwisata Indonesia. Kualitas akomodasi dan layanan hotel juga selalu membentuk kesan pertama wisatawan terhadap pariwisata Indonesia. 


    Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum H3 Yulia Maria, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizky Handayani dan Sustainability Consultant Alistair Speirs saat membuka H3 Summit 2025 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

    “Oleh karena itu, peran humas sangat penting. Humas hotel harus mampu membangun narasi positif, tidak hanya terkait produk hotel, tetapi juga mengenai pariwisata Indonesia yang mengedepankan prinsip berkelanjutan,” kata Rizki.

    Tren pariwisata berkelanjutan kian meningkat seiring kesadaran global terhadap isu lingkungan. Merujuk pada Nationally Determined Contribution (NDCs), Indonesia menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca pada 2030 sebesar 31,89 persen dengan usaha sendiri atau 43,2 persen dengan dukungan internasional. Indonesia juga menargetkan emisi nol bersih (net zero emission) pada 2060 atau lebih awal, pengelolaan 70 persen limbah pada 2025, serta pengurangan food waste per kapita sebesar 35 persen pada 2030.

    Demi mencapai target tersebut, sektor pariwisata semakin banyak menerapkan praktik berkelanjutan, termasuk industri perhotelan. Hal ini terlihat dari semakin banyak hotel yang mengadopsi prinsip ramah lingkungan, pelestarian alam, dan keterlibatan masyarakat lokal.

    Dalam hal ini, humas hotel berperan untuk mengomunikasikan program-program keberlanjutan yang diterapkan industri maupun kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas.

    Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, misalnya, telah memiliki sistem pengelolaan limbah yang terstruktur dan dapat menjadi contoh bagi industri hotel lain. Praktik baik semacam ini perlu disuarakan lebih luas.

    Sementara itu, dari sisi pemerintah, Rizki Handayani menjelaskan Kemenpar telah menjalankan berbagai program seperti penanganan food waste dan food loss, implementasi Blue, Green, dan Circular Economy (BGCE) di hotel, pemberian penghargaan Green Hotel, hingga pengembangan rantai pasok hotel yang terkait dengan isu Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk penggunaan sumber daya lokal.

    Menurut Rizki, humas hotel juga berperan strategis dalam mengangkat isu terkait wisata gastronomi sebagai salah satu program utama Kemenpar. Humas, kata Rizki, dapat turut mempromosikan gastronomi sebagai bagian dari pengalaman wisata dengan menyajikan masakan autentik Indonesia dan menjadikan restoran hotel sebagai destinasi utama wisatawan untuk mencicipi kuliner lokal.

    “Kita ingin agar pariwisata Indonesia kembali bangkit. Sebelumnya, pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia. Namun, kita ingin membangunnya sebagai pariwisata yang berkualitas, bermanfaat, dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Rizki.

    Ketua PHRI, Hariyadi Sukamdani, mengatakan pariwisata kini tidak bisa dipisahkan dari isu keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. 

    Hadir dalam H3 Summit 2025 antara lain Executive Committee Jakarta Hotel Association (JHA) Carlos Monterde, MVB Sustainability Consultant Alistair Speirs, Dewan Pakar Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Angkoso Soekadari, serta Sekretaris Umum Perhumas Benny Butarbutar. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini