Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Kantor Bea Cukai Cikarang untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bekasi mampu menembus pasar internasional.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Mikro Berorientasi Ekspor yang digelar di Kantor Bea Cukai Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai berbagai persiapan menuju ekspor, mulai dari peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar negara tujuan, perizinan, administrasi, hingga pemahaman terhadap regulasi ekspor.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Hasan Basri, mengatakan pembinaan UMKM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menghasilkan dampak nyata dengan mendorong produk lokal Kabupaten Bekasi naik kelas hingga mampu melakukan ekspor.
“Harapan kami, barang-barang UMKM ini bisa ekspor. Prinsipnya melalui pelatihan dan pembinaan, kemudian ada dampaknya, sehingga para UMKM ini bisa naik kelas, termasuk produk-produknya,” ujar Hasan.
Menurut Hasan, Kabupaten Bekasi memiliki beragam potensi produk UMKM, termasuk sektor kerajinan. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas produk dan pembinaan secara berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk memiliki keberanian dan cita-cita besar dalam mengembangkan usahanya.
“Harus semangat, harus punya cita-cita yang tinggi dan punya mimpi-mimpi yang nanti bisa direalisasikan. Kalau kita tidak punya mimpi, bagaimana kita maju,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang (KPPBC TMP Cikarang), I Wayan Sapta Dharma, menjelaskan bahwa ekspor bukan sekadar mengirim produk ke luar negeri. Pelaku usaha harus memastikan produk memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku di negara tujuan.
“Yang penting tentu masalah kualitas. Kualitas harus betul-betul bisa mengikuti standar dari negara tujuan,” jelas Wayan.
Selain kualitas, pelaku UMKM juga perlu memahami berbagai regulasi dan persyaratan perizinan. Menurutnya, untuk produk tertentu terdapat ketentuan dari kementerian atau lembaga lain yang harus dipenuhi.
Ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak menunggu sampai barang siap dikirim baru mengurus dokumen dan perizinan.
“Jangan sampai barangnya sudah siap, tapi belum memahami peraturannya, sehingga barangnya tertunda untuk berangkat ke negara tujuan,” ungkapnya.
Bea Cukai Cikarang juga membuka ruang konsultasi dan asistensi bagi pelaku UMKM yang ingin memulai kegiatan ekspor.
Wayan mengatakan pihaknya siap memberikan pelayanan konsultasi, bimbingan, hingga asistensi kepada pelaku usaha agar memahami ketentuan ekspor secara lebih baik.
“Kami siap di Bea Cukai memberikan pelayanan konsultasi, bimbingan, asistensi sampai mereka siap ekspor dan bisa memahami ketentuan terkait ekspor,” ujar Wayan.
Menurutnya, keraguan dalam memulai ekspor merupakan hal yang wajar. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan pengetahuan, memanfaatkan layanan konsultasi, mengikuti pameran, serta belajar dari pelaku usaha yang telah berhasil menembus pasar internasional.
Melalui Bimtek Usaha Mikro Berorientasi Ekspor ini, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi bersama Bea Cukai Cikarang berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memahami peluang dan tantangan pasar internasional.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan UMKM Kabupaten Bekasi yang mampu masuk ke pasar ekspor dengan produk berkualitas dan memenuhi ketentuan negara tujuan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bea Cukai diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Dengan kualitas produk, kelengkapan administrasi, pemahaman regulasi, serta keberanian pelaku usaha, produk lokal Kabupaten Bekasi diharapkan semakin siap bersaing dan menembus pasar internasional. (Red)


.png)






