Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan ribuan personel tersebut disebar ke lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat konsentrasi massa. Adapun titik aksi yang mendapat perhatian antara lain kawasan Monumen Nasional (Monas), Gedung DPR/MPR RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
“Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel pelayanan. Jumlah tersebut terdiri dari unsur Polda Metro Jaya sebanyak 3.351 personel, jajaran Polres sebanyak 176 personel, serta Kayan dan Padal sebanyak 18 personel. Selain itu, kegiatan ini juga didukung Sabuk Kamtibmas sebanyak 250 personel,” ujar Kombes Budi.
Menurutnya, seluruh personel ditempatkan secara terukur di berbagai titik guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Dalam pelaksanaannya, Polda Metro Jaya menegaskan akan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Aparat kepolisian tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pengaturan lalu lintas, penjagaan objek vital, hingga penyampaian imbauan kepada peserta aksi.
“Kami tekankan kepada seluruh personel agar bertindak persuasif dan humanis. Kehadiran Polri untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, tanpa mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.
Selain pengamanan, polisi juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan secara situasional, menyesuaikan dengan perkembangan jumlah massa di lapangan.
Sejumlah ruas jalan yang diperkirakan terdampak antara lain kawasan Monas, Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka, DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto, serta area sekitar Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek.
“Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan agar memperhatikan kondisi arus lalu lintas dan menyesuaikan perjalanan, khususnya di titik-titik tersebut,” kata Kombes Budi.
Ia juga meminta para pengendara untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran mobilitas. Petugas lalu lintas, kata dia, akan disiagakan untuk mengurai kepadatan apabila terjadi peningkatan aktivitas massa.
“Silakan ikuti arahan petugas. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional, menyesuaikan dinamika di lapangan,” tambahnya.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya turut mengimbau para peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Massa diminta tidak membawa benda berbahaya serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang dapat memicu gangguan keamanan.
“Kepada saudara-saudara yang akan menyampaikan aspirasi, kami mengimbau agar tetap tertib, damai, tidak membawa benda yang dapat membahayakan, serta tetap bijak menyikapi dinamika di lapangan. Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif,” tuturnya.
Kombes Budi menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Namun demikian, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aspek keselamatan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat luas.
“Prinsipnya, Polda Metro Jaya hadir untuk melayani. Kami berharap aksi Hardiknas 2026 berjalan aman, tertib, dan aspirasi dapat tersampaikan dengan baik,” pungkasnya. (Bachtiar/Red)


.png)






