• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Ketua DPRD Kota Bekasi Nobar Film Dokumenter Gerakan Mahasiswa 98 Bersama PENA ’98 di Bekasi Creative Center

    Liputanbhagasasi
    Kamis, 21 Mei 2026, 19:30 WIB Last Updated 2026-05-23T02:20:37Z
    Ket.foto : Ketua DPRD Kota Bekasi hadir dalam rangka Nobar Film Dokumenter Gerakan Mahasiswa 98 (Doc.cam)

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi menghadiri kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film Dokumenter Gerakan Mahasiswa 98 yang digelar di Gedung Bekasi Creative Center (BCC), Lapangan Margahayu, Kota Bekasi, Kamis (21/5/2026) siang. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sejarah reformasi sekaligus edukasi politik bagi generasi muda Kota Bekasi.

    Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB itu diinisiasi dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA ’98), Tumpak Sidabutar. Kegiatan ini turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, aktivis mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta para mahasiswa yang antusias mengikuti pemutaran film dokumenter perjuangan reformasi 1998.

    Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi atas konsistensi PENA ’98 dalam menjaga dan merawat ingatan kolektif bangsa melalui media dokumenter sejarah perjuangan mahasiswa.

    Menurutnya, tanggal 21 Mei memiliki makna historis yang sangat besar bagi perjalanan demokrasi Indonesia karena menjadi momentum runtuhnya rezim Orde Baru dan lahirnya era Reformasi yang diperjuangkan oleh mahasiswa dan rakyat Indonesia.

    “Hari ini, tanggal 21 Mei 2026, tepat 28 tahun yang lalu, sejarah mencatat runtuhnya rezim Orde Baru dan lahirnya era Reformasi yang dipelopori oleh gerakan mahasiswa. Kebebasan demokrasi yang kita nikmati saat ini, mulai dari kebebasan pers, otonomi daerah, hingga pembatasan masa jabatan presiden, adalah buah manis dari tetesan keringat dan perjuangan para aktivis 98,” ujar Dr. Sardi Efendi dalam orasinya.

    Ia menilai, pemutaran film dokumenter Gerakan Mahasiswa 98 menjadi sarana edukasi politik yang sangat penting bagi generasi muda agar memahami sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan semangat demokrasi dan kepedulian sosial.

    Menurut Sardi Efendi, generasi muda saat ini harus memahami bahwa perubahan besar dalam perjalanan bangsa lahir dari keberanian, idealisme, dan perjuangan mahasiswa yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

    “Melalui film dokumenter yang dipimpin oleh Bung Tumpak Sidabutar dan rekan-rekan PENA ’98 ini, kita diingatkan kembali bahwa perubahan besar bangsa ini lahir dari cita-cita luhur mahasiswa. Kami berharap, semangat, idealisme, dan konsistensi Gerakan 98 tersebut terus mengalir di dalam jiwa para pemuda dan mahasiswa di Kota Bekasi untuk mengawal pembangunan dan demokrasi ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.

    Kegiatan Nobar Film Dokumenter Gerakan Mahasiswa 98 di Bekasi Creative Center tersebut berlangsung penuh antusiasme. Para peserta tampak serius menyimak tayangan sejarah perjuangan reformasi yang menggambarkan dinamika gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan demokrasi dan perubahan politik di Indonesia pada tahun 1998.

    Usai pemutaran film, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara para aktivis PENA ’98, Ketua DPRD Kota Bekasi, serta mahasiswa yang hadir. Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas relevansi gerakan moral mahasiswa 1998 dalam menghadapi tantangan kebangsaan di era modern, termasuk isu demokrasi, sosial, ekonomi, dan partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat nasionalisme dan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda Kota Bekasi, sekaligus menjadi pengingat bahwa demokrasi yang dirasakan saat ini lahir dari perjuangan panjang para aktivis dan mahasiswa reformasi 1998. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini