Kehadiran Wiwiek dalam forum lintas keagamaan ini menjadi simbol kuat semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kota Bekasi. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberagaman bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama demi menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan inklusif.
Dalam paparannya, Wiwiek menyoroti pentingnya peran perempuan sebagai sosok yang tangguh, berdaya, dan memiliki kontribusi besar dalam berbagai aspek kehidupan. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai istri atau ibu dalam lingkup domestik, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam pembangunan, baik melalui kegiatan sosial, komunitas, hingga penguatan ekonomi keluarga.
“Perempuan berdaya adalah perempuan yang mampu mengambil peran di berbagai lini kehidupan, termasuk menjadi jembatan dalam memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam,” ujar Wiwiek di hadapan peserta kegiatan.
Ia juga menekankan bahwa perempuan perlu memiliki kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari finansial, psikologis, ideologis, hingga spiritual. Menurutnya, kemandirian tersebut menjadi fondasi penting agar perempuan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman sekaligus berkontribusi aktif dalam lingkungan sosial yang majemuk.
Lebih lanjut, Wiwiek menyampaikan bahwa menjadi perempuan, khususnya seorang ibu, bukanlah tentang menjadi sosok yang sempurna. Ia menilai bahwa peran tersebut merupakan proses panjang untuk terus belajar, bertumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
“Dari ibu yang tangguh akan lahir keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat akan tumbuh generasi yang hebat, dan pada akhirnya menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik. Di sinilah nilai toleransi juga harus ditanamkan sejak dalam keluarga,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, saling menghormati, serta hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan perempuan di Kota Bekasi semakin terdorong untuk berdaya, berperan aktif, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan. (Red)


.png)






