Museum catur yang berada di dalam area kafe ini menampilkan berbagai koleksi unik, mulai dari papan catur klasik, bidak dari berbagai negara, hingga dokumentasi sejarah perkembangan olahraga catur di Indonesia dan dunia. Kehadiran museum ini tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dalam permainan strategi tersebut.
Pengelola Cozy Place Cafe Tutur Lisa, menyampaikan bahwa konsep ini sengaja dihadirkan untuk menggabungkan unsur edukasi, komunitas, dan gaya hidup modern. “Kami ingin menciptakan ruang yang tidak hanya nyaman untuk nongkrong, tetapi juga memberi nilai tambah berupa pengetahuan, khususnya tentang catur yang memiliki banyak manfaat bagi perkembangan pola pikir,” ujarnya saat wawancara via selular oleh redaksi liputanbhagasasi.com.
Selain sebagai museum, tempat ini juga menjadi wadah berkumpulnya komunitas pecatur di Bekasi. Berbagai kegiatan seperti turnamen kecil, kelas belajar catur untuk pemula, hingga diskusi santai rutin digelar untuk meramaikan suasana.
Dari sisi kafe, Cozy Place Cafe Tutur menawarkan berbagai menu makanan dan minuman dengan konsep kekinian yang terjangkau. Desain interiornya dibuat hangat dan estetik, cocok untuk pelajar, pekerja, hingga keluarga yang ingin bersantai. Cafe ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Sementara itu, Museum Catur dapat dikunjungi pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata edukasi di tengah suasana kafe yang nyaman.
Kehadiran museum catur sekaligus kafe ini diharapkan dapat menjadi alternatif destinasi wisata edukasi di Bekasi, sekaligus mendorong minat masyarakat terhadap olahraga catur yang sarat nilai strategi, konsentrasi, dan kecerdasan.
Dengan konsep unik yang menggabungkan edukasi dan hiburan, Cozy Place Cafe Tutur berpotensi menjadi ikon baru ruang kreatif di Kota Bekasi. (Bachtiar/Red)









