• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Menhaj RI Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji 2026 dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede

    Liputanbhagasasi
    Selasa, 21 April 2026, 23:00 WIB Last Updated 2026-04-22T07:34:54Z
    Ket.foto : Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf lepas kloter 1 di asrama Haji Pondokgede

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Selasa (21/4/2026) malam.

    Sebanyak 391 jemaah asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kloter JKG-01 mulai memasuki asrama haji untuk menjalani serangkaian prosedur awal sebelum diberangkatkan secara bertahap menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, guna melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.


    Dalam keterangannya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) menyampaikan bahwa pelepasan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang diharapkan berjalan optimal dan lancar.


    “Hari ini kita menyaksikan bahwa kloter pertama jemaah haji Indonesia telah memasuki asrama dan siap diberangkatkan. Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya,” ujar Menhaj.


    Ia menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, khususnya kepemilikan visa haji resmi sebagai syarat utama keberangkatan.


    “Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tegasnya.


    Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk mekanisme jemaah cadangan guna mengisi kursi kosong akibat pembatalan keberangkatan.


    “Kita sudah siapkan mekanisme pengganti atau jemaah cadangan untuk mengisi kursi kosong, baik karena faktor kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat lainnya. Ini bagian dari upaya kita menjaga optimalisasi kuota,” jelasnya.


    Menhaj berharap seluruh proses keberangkatan berjalan lancar serta seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dalam kondisi sehat dan khusyuk.


    “Harapan kita tentu keberangkatan berjalan lancar, jemaah sehat, dan dapat beribadah dengan khusyuk. Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” imbuhnya.


    Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi telah dilakukan secara intensif, melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi, Kepolisian, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) guna memastikan kelancaran proses pemberangkatan serta mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan.


    Di sisi lain, tim PPIH di Madinah telah disiagakan untuk memastikan kesiapan operasional dalam menyambut kedatangan jemaah gelombang pertama. Pemantauan proses keberangkatan pun akan terus dilakukan hingga seluruh jemaah tiba di bandara dan diberangkatkan ke Arab Saudi.


    Menutup pernyataannya, Menhaj mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, disiplin, serta mematuhi arahan petugas selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.


    “Saya mengimbau kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan pimpinan regu, rombongan, dan kloter, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menghadapi kendala,” pungkasnya.


    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan, Direktur Bina Petugas Haji Chandra Sulistio Reksoprodjo, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini