Dalam kunjungannya, Menteri Ekraf tampak antusias melihat tingginya aktivitas pengunjung serta geliat ekosistem ekonomi kreatif yang telah terbentuk, terutama pada subsektor kuliner. Ia menilai Blok M telah menjadi titik pergerakan masyarakat sekaligus ruang ekspresi bagi para pelaku ekonomi kreatif.
“Saya melihat secara langsung dinamika aktivitas publik, ruang kreatif, serta integrasi kawasan Blok M sebagai pusat pergerakan aktivitas masyarakat, khususnya para pegiat ekonomi kreatif dari subsektor kuliner,” ujar Teuku Riefky.
Kehadiran Menteri Ekraf ini menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap kawasan yang dinilai memiliki potensi besar sebagai simpul interaksi, kolaborasi, dan inovasi lintas subsektor. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Ekraf dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghidupkan kawasan kreatif melalui berbagai aktivasi.
Menurutnya, transformasi Blok M yang didukung oleh kemudahan akses transportasi umum, seperti MRT dan integrasi kawasan transit, menjadikan wilayah ini sebagai destinasi favorit masyarakat untuk mengisi waktu libur Lebaran.
“Blok M bukan sekadar pusat belanja, tetapi juga ruang tampil (showcase) terhadap ide, produk, dan ekspresi kreatif generasi muda serta para pegiat ekraf Jakarta. Lokasinya strategis, aksesnya mudah, dan menjadi titik kumpul komunitas maupun pengembangan subkultur,” tambahnya.
Rangkaian kunjungan Menteri Ekraf diawali dengan meninjau SMA Negeri 6 Jakarta Selatan, almamaternya yang dikenal konsisten mencetak lulusan berkualitas. Selanjutnya, ia mengunjungi sejumlah titik strategis di kawasan Blok M, seperti jembatan MRT Blok M BCA, Blok M Hub, outlet OO Donut, restoran Nasi Dendeng Minang Pride, hingga Filosofi Kopi.
Geliat kreativitas yang tumbuh di kawasan ini dinilai sebagai energi positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Kementerian Ekraf pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan jenama lokal agar mampu naik kelas hingga menembus pasar global.
Sementara itu, Co-founder Katadata, Metta Dharmasaputra, menilai potensi lintas subsektor di Blok M dapat terus dikembangkan menjadi kawasan bisnis kreatif yang berkelanjutan.
“Dengan potensi dari masing-masing subsektor ekraf, kita bisa membangun kawasan Blok M menjadi kawasan bisnis. Apalagi banyak komunitas yang sering berkumpul di kawasan ini sehingga dapat membuka kolaborasi berkelanjutan untuk menumbuhkan industri kreatif,” ujarnya.
Kini, setiap sudut Blok M menjelma sebagai wajah kreativitas urban Jakarta. Pusat perbelanjaan seperti Blok M Plaza dan Blok M Square tetap menjadi sentra ekonomi di Jakarta Selatan, sementara Terminal Blok M telah bertransformasi menjadi kawasan berorientasi transit modern melalui Blok M Hub.
Hiruk pikuk kawasan ini menjadikannya sebagai etalase karya kreatif yang menarik untuk dikunjungi, terutama pada akhir pekan maupun musim liburan.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Ekraf turut didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Syaf, Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarip Hidayat, Kepala Biro Komunikasi Kiagoos Irvan Faisal, serta Tenaga Ahli Menteri Gemintang Kejora Mallarangeng.
Sumber: Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif


.png)
.png)






