Dalam kesempatan itu, Menteri Ekraf menyatakan dukungannya terhadap keinginan Pemerintah Provinsi NTB untuk menghadirkan lebih banyak intellectual property (IP) event di daerah tersebut. Ia menilai penguatan kapasitas penyelenggara acara atau event organizer (EO) menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan event berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu upaya yang didorong adalah pelaksanaan sertifikasi bagi para pelaku event organizer di NTB. Program ini dapat dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Indonesia Event Industry Council (IVENDO) sebagai organisasi yang menaungi para pegiat industri event di Indonesia.
Dengan adanya sertifikasi tersebut, para pelaku EO di NTB diharapkan dapat mengikuti berbagai pelatihan dan workshop guna meningkatkan kompetensi dalam menyelenggarakan beragam kegiatan, seperti pameran, konser musik, hingga seminar berskala nasional dan internasional.
“Jadi kita bisa mengupayakan agar IP event di NTB bisa muncul yang baru-baru. Apakah itu kaitannya dengan pameran, musik, seminar. Untuk penguatan terhadap para profesional EO kan salah satu mitra kita IVENDO, nanti bisa dibantu pelatihan sertifikasinya,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.
Selain membahas penguatan industri event, Kementerian Ekraf juga menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi NTB untuk mengembangkan sekolah programming atau coding berbasis internasional bekerja sama dengan School 42. Program vokasi ini dirancang agar dapat diakses secara gratis oleh masyarakat dan diharapkan mampu mencetak talenta-talenta baru di bidang digital dan multimedia.
Menurut Teuku Riefky, pengembangan sumber daya manusia di sektor digital sangat penting untuk mendukung subsektor ekonomi kreatif yang semakin berkembang di era teknologi saat ini.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf juga mengapresiasi rencana Pemprov NTB untuk membangun data center berbasis tenaga surya di kawasan Mandalika. Ia menilai keberadaan pusat data tersebut akan memperkuat ekosistem digital dan membuka peluang berkembangnya berbagai subsektor ekonomi kreatif.
“Data center itu mendukung ekosistem digitalnya, ada gig economy atau digital nomad yang bisa berkembang di Mandalika. Memang salah satu penugasan kita juga untuk mendukung digital nomad dan gig economy ini dari Menko Perekonomian,” jelasnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, diharapkan NTB dapat semakin berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, sekaligus mendorong munculnya talenta digital dan event-event kreatif yang mampu menarik perhatian nasional maupun internasional. (Red)





.png)
.png)


