Ramadan Festival Part 5.0 menjadi momentum untuk mengisi bulan penuh berkah dengan kegiatan positif, inspiratif, dan mempererat kebersamaan. Selama dua hari pelaksanaan, festival ini akan diramaikan dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami yang sarat nilai budaya dan religiusitas.
Adapun lomba yang akan digelar meliputi Lomba Tabuh Bedug, Lomba Marawis, dan Lomba Tari Islami. Ketiga cabang lomba tersebut dipilih sebagai bentuk pelestarian seni tradisional sekaligus ruang ekspresi bagi para pelajar, komunitas, dan generasi muda di Kabupaten Bekasi untuk menunjukkan bakat terbaiknya.
Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi Iman Nugraha, menyampaikan bahwa Ramadan Festival bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana membangun karakter, kekompakan, serta semangat sportivitas di kalangan generasi muda.
“Ramadan adalah momen penuh berkah dan kebersamaan. Melalui festival ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kreativitasnya dalam kegiatan yang positif dan bernilai budaya,” ujarnya Iman.
Museum Bekasi Gedung Juang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki nilai historis yang kuat, sehingga diharapkan mampu menambah semangat peserta dalam menampilkan karya terbaiknya di panggung yang sarat makna perjuangan dan kebudayaan.
Selain menghadirkan kompetisi yang meriah, Ramadan Festival Part 5.0 juga menjadi ajang silaturahmi antar sekolah, komunitas, dan masyarakat umum. Suasana religius yang berpadu dengan semangat seni dan budaya diharapkan mampu menciptakan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta maupun pengunjung.
Disbudpora Kabupaten Bekasi pun mengajak seluruh generasi muda untuk berpartisipasi aktif, membentuk tim terbaik, dan menunjukkan kemampuan di panggung Ramadan Festival Part 5.0. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, festival ini menjadi kesempatan meraih prestasi sekaligus memperkuat kebersamaan di bulan suci.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Ramadan Festival Part 5.0 diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat serta menjadi bagian dari upaya pelestarian seni budaya Islami di Kabupaten Bekasi. (Bachtiar/Red)